PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL
Siti Ma’rivatun1, Siti
Maysaroh2, Siti Nur Jannah3
1,2,3 Mahasiswa Program Studi DIV Kebidanan Transfer Universitas Ngudi
Waluyo.
ABSTRAK
Latar belakang : Anemia masih
menjadi permasalahan yang sering dialami oleh ibu hamil. Anemia dapat
menyebabkan gangguan pertumbuhan hasil konsepsi, sehingga sering abortus,
persalinan prematuritas, cacat bawaan, dan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR).
Keadaan ini dapat terjadi karena ketidakmampuan ibu dalam mencegah dan
mengatasi anemia yang salah satunya disebabkan karena rendahnya tingkat pengetahuan,
rendahnya asupan gizi, ketidaktahuan tentang pola makan yang benar, Kepatuhan
yang rendah terhadap konsumsi tablet Fe dan dukungan keluarga. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil dengan
kejadian anemia dan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe. Metode penelitian
yang digunakan pada penelitian ini adalah metode literatul review. Tipe studi yang
diidentifikasi adalah eksperimen, dalam bentuk wawancara, checklist, kuesioner.
Tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap anemia dengan angka kejadian anemia pada
ibu hamil dan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Penelusuran
artikel dilakukan pada pangkalan data (data base) naskah publikasi, google
scholar, dengan menggunakan kata kunci yang telah ditentukan.
Kata Kunci : Pengetahuan, Asupan
Gizi, Mengkonsumsi Tablet Fe, Dukungan Keluarga.
PENDAHULUAN
Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis
yang terjadi pada wanita dimana masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai
lahirnya janin, lamanya kehamilan normal yaitu 280 hari (40 minggu atau 9 bulan
7 hari) dihitung dari pertama haid terakhir, pengawasan antenatal memberikan
manfaat bagi ibu hamil dan ditemukannnya berbagai masalah/kelainan yang
menyertai kehamilan secara dini. Ibu Hamil yang termasuk
dalam kelompok umur reproduksi sehat adalah ibu yang hamil pada umur antara
20-35 tahun. Ibu hamil dalam kelompok umur ini telah mempunyai
organ reproduksi yang dapat berfungsi dengan baik. Sebagian besar responden
termasuk dalam umur reproduksi sehat (berumur 20-35 tahun) yaitu sebanyak 38
orang (90,5%) dan yang termasuk kategori umur reproduksi tidak sehat (berumur
>35 tahun) sebanyak 4 orang (9,5%).
Anemia adalah keadaan saat jumlah sel
darah merah atau jumlah hemoglobin (HB) atau protein pembawa oksigen dalam sel
darah merah berada di bawah normal,anemia dalam kehamilan merupakan salah satu
masalah kesehatan yang banyak dialami dan cukup tinggi (Prawiharjo S, 2008). Menurut Depkes RI, di Indonesia
terdapat (67%) ibu hamil mengalami anemia. Berdasarkan ketetapan WHO, anemia
bumil di Indonesia sangat bervariasi, yaitu: 1) Normal jika Hb 11 gr%, 2)
Anemia ringan jika Hb 9-10 gr%, 3) Anemia sedang jika Hb 7-9 gr%, 4) Anemia
berat jika Hb 5-7 gr%.
Meningkatnya
kebutuhan asupan zat besi selama kehamilan menyebabkan ibu hamil berisiko
tinggi mengalami anemia kurang zat besi, penyebab utama anemia (McLean et
al.2007). Ibu yang anemia memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk memiliki
good pregnancy outcomes dibandingkan ibu yang tidak mengalami anemia (WHO
2012), risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan premature (Berger etal.2011)
dan juga melahirkan bayi dengan simpanan zat besi yang 50% lebih rendah (WHO
2012).
Salah
satu faktor yang menyebabkan masih tingginya
anemia defisiensi besi pada ibu hamil adalah kurang gizi (malnutrisi),
kurang zat besi dalam diet, malabsorpsi, kehilangan darah yang banyak saat
persalinan atau haid yang lalu, dan penyakit kronik seperti : TB paru, cacing
usus, dan malaria, dan rendahnya kepatuhan ibu
hamil dalam mengkonsumsi tablet besi. Sebanyak 74,16% ibu hamil dinya
takan tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet besi (Indreswari, 2008). Mengingat
pentingnya kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe
selama
kehamilan dalam menurunkan risiko mengalami anemia saat hamil, informasi
mengenai faktor-faktor apa yang membuat ibu hamil mengonsumsi tablet Fe dalam
jumlah yang direkomendasikan menjadi sangat penting. Penelitian Lely Ratnawati
(2006), bahwa semakin banyak tingkat konsumsi tablet Fe akan diikuti dengan
makin meningkatnya kadar Hb ibu hamil
trimester III.
Pengetahuan merupakan salah satu
faktor yang menstimulasi atau merangsang terhadap terwujudnya sebuah perilaku
kesehatan. Apabila ibu hamil mengetahui dan memahami akibat anemia dan cara
mencegah anemia maka akan mempunyai perilaku kesehatan yang baik dengan harapan
dapat terhindar dari berbagai akibat atau risiko dari terjadinya anemia
kehamilan. Perilaku kesehatan yang demikian berpengaruh terhadap penurunan
kejadian anemia pada ibu hamil. Lestari (2011), dalam penelitiannya menyatakan
ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan sikap
pencegahan terhadap anemia di RSIA Arvita Bunda Yogyakarta. Hubungan tersebut
dapat dilihat dari semakin tingginya pengetahuan Ibu tentang anemia maka
semakin positif pula sikap Ibu tersebut dalam melakukan pencegahan anemia.
TUJUAN
PENELITIAN
Tujuan
penelitian ini adalah untuk membahas tentang Anemia pada kehamilan dan strategi
dalam penanggulangan pencegahan anemia.
METODE
PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini
adalah metode literatul review. Tipe studi yang diidentifikasi adalah
eksperimen, dalam bentuk wawancara, checklist, kuesioner. Tingkat pengetahuan
ibu
hamil terhadap anemia dengan
angka kejadian anemia pada ibu hamil dan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi
tablet Fe. Penelusuran artikel dilakukan pada pangkalan data (data base) naskah
publikasi, google scholar, dengan menggunakan kata kunci yang telah ditentukan.
Artikel
yang dipilih adalah bahasa
Indonesia yang dipublikasikan sejak tahun 2011 sampai dengan 2016 yang dapat diakses
fulltext dalam bentuk format pdf.
HASIL
PENELITIAN
Pencarian
artikel dilakukan pada pangkalan data (data
base) dengan menggunakan kata kunci tertentu. Artikel yang ditemukan dan
memenuhi kriteria sebanyak 10 artikel yang terdiri dari 3 artikel deskriptif, 3
artikel analitik observasional, 1 artikel deskriptif eksploratif, 1 artikel
analitik korelasional, dan 2 artikel cross sectional. Berikut daftar artikel yang
ditemukan diuraikan dalam bentuk tabel.
Tabel
1. Ekstraksi data penelitian.
|
No Peneliti
|
Metode
Penelitian
|
Hasil
|
|
1.
Esthika
Ariany Maisa (2010), Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan
Konsumsi Tablet Fe pada ibu hamil di
wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Kecamatan Nanggalo.
|
Desain
Penelitian deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross sectional dan responden sebanyak 32 orang. Responden
yaitu ibu hamil yang telah mendapatkan tablet Fe dari Puskesmas pada
kunjungan sebelumnya serta memiliki riwayat anemia selama kehamilan. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner.
|
Pada kelompok ibu
hamil sebanyak 59.4% responden mendapat dukungan keluarga yang rendah dan
71.9% responden memiliki kepatuhan konsumsi tablet Fe yang rendah. Dan
didapatkan nilai (p<0.05).
|
|
2.
Husnah
(2012), Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Antenatal Care Dengan Konsumsi Tablet Besi Pada Ibu Hamil
Di Puskesmas ULEE Kareng Kareng Banda Aceh.
|
Desain penelitian
analitik observasional dengan rancangan Cross sectional survey
Populasi adalah ibu hamil yang berkunjung ke ruang Kesehatan Ibu dan
Anak Puskesmas trimester III dengan jumlah 32 responden.
|
Pada Kelompok ibu
hamil yang mempunyai pengetahuan baik
dan sikap setuju sebanyak 13 responden
(40,6%) dan pengetahuan kurang dengan sikap tidak setuju sebanyak 19
responden
(59,4%). Konsumsi
tablet besi sesuai anjuran sebanyak 17 responden (53,1%) dan konsumsi tablet
besi tidak sesuai anjuran sebanyak 15
responden (46,9%). Dan di peroleh nilai p=0,003 (p <0,05) dengan RP : 2,6 (95%-CI : 1,
3-5,4).
|
|
3.
Budi Iswanto (2012), Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Anemia Defisiensi
Besi dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet besi Di Puskesmas Karangdowo,
Klaten.
|
Desain
Penelitian ini merupakan penelitian
observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. analisis data menggunakan uji chi-square.
Jumlah sampelse banyak 88 responden.
|
Pada kelompok ibu
hamil sebagian besar sampel (42,1%) ibu hamil termasuk kategori
berpengetahuan cukup; 63,2% sampel berpendidikan sedang; 52,6% sampel
mengkonsumsi tablet Fe dengan kategori kurang; dan 55,3% kadar Hb sampel
termasuk kategori anemia.
Dan didapatkan nilai
p = 0,001.
|
|
4.
Mardhatillah Fuady (2013), Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia
Defisiensi Besi Terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi.
|
Desain penelitian analitik
dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan consecutive-sampling berjumlah 99 orang. Penilaian pengetahuan
menggunakan kuesioner. Penilaian kepatuhan menggunakan kuesioner.
|
Pada kelopok ibu
hamil didapatkan bahwa responden yang memiliki berpengetahuan baik yaitu 56
orang (56,6%) responden, berpengetahuan sedang yaitu 25 orang (25,3%)
responden, dan berpengetahuan buruk 18 orang (18,2%) responden. Dan responden
memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi yaitu sejumlah 53 orang (53,5%),
responden dengan tingkat kepatuhan sedang terdapat sebanyak 27 orang (27,3)
dan responden dengan tingkat kepatuhan rendah terdapat 19 orang (19,2%).
Dan didapatkan hasil
p value = 0,011 (p< 0,05).
|
|
5.
Lindung Purbadewi (2013), Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Dengan
Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil.
|
Desain deskriptif
analitik, dengan pendekatan cross-sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebanyak 55 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian
ini menggunakan teknik accidental
sampling sejumlah 42 orang. Jenis pengumpulan data menggunakan data primer
dan data sekunder.
|
Pada kelompok ibu
hamil didapatkan bahwa hasil penelitian menunjukkan dari 27 responden yang
mengalami anemia sebanyak
8 orang (29,6%)
memiliki tingkat pengetahuan tentang anemia dalam kategori baik dan 19 orang
(70,4%) memiliki tingkat pengetahuan tentang anemia dalam kategori kurang.
Dari 15 orang responden yang tidak mengalami anemia sebanyak 13 orang (86,7%)
memiliki pengetahuan tentang anemia dalam kategori baik dan 2 orang (13,3%) memiliki tingkat pengetahuan
tentang anemia dalam kategori kurang. Dan didapatkan nilai p yaitu sebesar 0,000 < 0,05 (p <α).
|
|
6.
Agresyia E.Larage (2014), Hubungan
Pengetahuan Tentang Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah
Kerja Puskesmas Rainis Kabupaten Talaud.
|
Desain penelitian
ini menggunakan metode Cross
Sectional, dengan menggunakan
teknik total sampling. Populasi dalam
penelitian ini berjumlah
32 orang ibu
hamil yang memenuhi kriteria sampel.
|
Pada Kelompok ibu
hamil yang memiliki pengetahuan
tentang gizi dikategorikan berpengetahuan kurang
yaitu
berjumlah 21 orang
ibu hamil (65,6%), sedangkan
responden yang tingkat
pengetahuannya baik berjumlah
11 orang ibuhamil
(34,4%). Dan responden
yang memiliki tingkat pengetahuan
yang baik
berjumlah 11 ibu
hamil (34,3%) dengan status
anemia ringan, sedangkan responden
terbanyak yaitu dan tingkat
pengetahuan kurang berjumlah ibu hamil
(56,2%) dengan status anemia sedang. Didapatkan hasil p
< 0,05.
|
|
7.
Anik Sulistiyanti (2015), Hubungan
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Di
Wilayah Kerja Puskesmas Masaran I Sragen.
|
Desain penelitian
analitik korelasional dengan
pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 50 ibu hamil yang memeriksakan
kehamilannya
dengan teknik random sampling.
|
Pada kelompok ibu
hamil dengan 12 responden yang
berpengetahuan
baik, 9 diantaranya patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe dan 3 responden kurang
patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe. 13 Responden berpengetahuan cukup, 3
diantaranya patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe, 10 tidak patuh mengkonsumsi
tablet Fe. 25 Responden berpengetahuan kurang dan tidak patuh mengkonsumsi
tablet Fe. Dan
didapatkan nilai p value = 0,000 < 0,05.
|
|
8.
Kamidah (2015), Analisa Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Dengan Kepatuhan
Mengkonsumsi Tablet Zat besi
|
Desain
penelitian observasional
analitik
dengan rancangan cross sectional. Populasinya
adalah ibu hamil TM II keatas, dengan responden 35.
|
Pada kelompok ibu
hamil yang memiliki pengetahuan rendah yaitu sebanyak 17 orang (48,57%). Yang
lain memiliki tingkat pengetahuan yang sedang dan tinggi masing-masing
sebanyak 9
orang (25,71%).
Dan sebagian besar
responden termasuk tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet zat besi
yaitu sebanyak 26
orang (74,9%). Selebihnya adalah responden yang patuh yaitu sebanyak 9 orang
(25,1%). Dan didapatkan c2 hitung> c2 tabel (10,638 > 5,991).
|
|
9.
Intan Parulian Tiurma Roosleyn (2016), Strategi Dalam Penanggulangan Pencegahan
Anemia Pada Kehamilan.
|
Desain Penelitian
kajian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif eksploratif .
|
Penanggulangan dan
pencegahan Anemia; 1) Keluarga
dan anggota keluarga yang resiko menderita anemia harus mendapat makanan yang
cukup bergizi dengan biovallabilita yang cukup; (2) Pengobatan penyakit inf
eksi yang memperbesar resiko anemia (3 ) Penyediaan pelayanan yang mudah dijangkau
oleh keluarga yang memerlukan, dan tersedianya tablet tambah darah dalam j
umlah yang sesuai.
|
|
10.
Nana Usnawati (2016), Perilaku Ibu Hamil Dalam Konsumsi Tablet Zat Besi.
|
Desain penelitian deskriptif,
Populasi dalam penelitian
ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah Puskesmas Karangrejo dengan kriteria,
yaitu ibu hamil trimester I, II dan III sebesar 96 orang.
|
Pada kelompok ibu
hamil didapatkan bahwa responden sebagian besar dalam kurun reproduksi sehat
(20-30 tahun), berpendidikan SMA, memiliki pengetahuan yang
baik, sikap yang
mendukung serta praktik dalam konsumsi tablet zat besi yang baik. Dan
didapatkan
|
PEMBAHASAN
Sepuluh artikel yang ditemukan pada pangkalan
data didapatkan bahwa tatalaksana anemia pada ibu hamil adalah pengetahuan,
asupan gizi, kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe, dan dukungan keluarga.
Pengetahuan
Menurut Notoatmodjo 2014,
Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan
penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera
manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba.
Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telingan. Dalam
wikipedia dijelaskan; Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui
atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis,
konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah
benar atau berguna.
Pengetahuan
disini yang dimaksud adalah pengetahuan ibu mengenai kehamilan. Bila
pengetahuan mereka sudah baik terhadap perawatan kandungan maka kepatuhan
seseorang untuk memeriksakan kehamilan juga akan dapat terjaga. Apabila
pengetahuan belum sepenuhnya dimiliki maka untuk mengikuti anjuran untuk
memeriksakan kehamilan kurang dapat terwujud.
Menurut
penelitian Rabi’atul Adawiyah Su’ong di Puskesmas Mongolato Kecamatan Telaga
Kabupaten Gorontalo tahun 2013 dengan desain cross sectional, ada hubungan antara
pengetahuan dengan kunjungan antenatal care (p=0,004).
Asupan Gizi
Gizi
adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu
menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur
proses-proses kehidupan (Sunita, 2014).
Kehamilan menyebabkan meningkatnya
metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainya meningkat
selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk
pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan,
perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi
tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak
sempurna (Kristiyanasari, 2015). Maka sangat dianjurkan untuk dapat
mengkonsumsi makanan tambahan seperti energi, protein, Asam folat, Zat besi, Kalsium
dan berbagai vitamin dan mineral.
Bila ibu mengalami kekurangan gizi
selama hamil akan menimbulkan masalah, baik pada ibu maupun janin, seperti
diuraikan berikut ini:
1.
Terhadap ibu
Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan
risiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia, pendarahan, berat badan ibu
tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi.
2.
Terhadap janin
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat
mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran, abortus,
bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia
intra partum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan rendah (BBLR).
Kepatuhan Dalam
Mengkonsumsi Tablet Fe
Kepatuhan
mengkonsumsi tablet zat besi diukur dari ketepatan jumlah tablet yang
dikonsumsi, ketepatan cara mengkonsumsi tablet zat besi, frekuensi konsumsi
perhari. Suplementasi besi atau pemberian tablet Fe merupakan salah satu upaya
penting dalam mencegah dan menanggulagi anemia, khususnya anemia kekurangan
besi. Suplementasi besi merupakan cara efektif karena kandungan besinya yang
dilengkapi asam folat yang sekaligus dapat mencegah anemia karena kekurangan
asam folat (Afnita, 2014).
Menurut
Dinicola dan Dimatteo (1984) yang dikutip Niven (2002) cara meningkatkan
kepatuhan diantaranya melalui perilaku sehat dan pengontrolan perilaku dengan
faktor kognitif, dukungan sosial dalam bentuk dukungan emosional dari anggota
keluarga yang lain, teman, waktu dan uang merupakan faktor yang penting dalam
kepatuhan dalam program-program medis, dan dukungan dari profesional kesehatan.
Tablet zat besi sebagai
suplementasi yang diberikan pada ibu hamil menurut aturan harus dikonsumsi
setiap hari. Namun karena berbagai alasan misalnya, pengetahuan, sikap, dan
praktek ibu hamil yang kurang baik, efek samping dari tablet zat besi, motivasi
petugas kesehatan yang kurang sering kali terjadi ketidak patuhan ibu hamil
dalam mengkonsumsi tablet zat besi tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan tujuan
dari pemberian tablet zat besi tidak tercapai.
Dukungan Keluarga
Dukungan
keluarga merupakan sistem pendukung utama untuk memberikan perawatan langsung
pada setiap keadaan sehat ataupun sakit. Kepala keluarga adalah seseorang dari sekelompok
anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari – hari rumah
tangga atau orang yang dianggap atau ditunjuk sebagai kepala rumah tangga.
Keluarga khususnya suami sebagai kepala rumah tangga dapat memberikan dukungan
kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan secara teratur. Adapun dukungan
keluarga yang dimaksud disini adalah dukungan yang diberikan baik dalam moril
maupun materil kepada anggota keluarga yang hamil berupa memberikan
dorongan untuk memeriksakan
kehamilan sesuai jadwal. Jika seluruh keluarga mengharapkan kehamilan,
mendukung bahkan memperlihatkan Universitas Sumatera Utara dukungannya dalam
berbagai hal, maka ibu hamil akan merasa lebih percaya diri, lebih bahagia dan
siap dalam menjalani kehamilan, persalinan dan masa nifas. Menurut penelitian
Ulul Lailatul Mardiyah, dkk di wilayah kerja Puskesmas Tempurejo Kabupaten
Jember tahun 2013 dengan desain cross sectional, ada hubungan antara dukungan
keluarga dengan kunjungan antenatal care (p=0,021).
KESIMPULAN
Tatalaksana
anemia pada ibu hamil yaitu ibu hamil
yeng berpengetahuan baik, kepatuhannya dalam mengkonsumsi tablet Fe, asupan
nutrisinya yang cukup serta dukungan keluarga yang optimal.
SARAN
Disarankan bagi instansi pelayanan kesehatan untuk
meningkatkan pelayanan antenatal care, utamanya dalam deteksi dini komplikasi
anemia dalam kehamilan dengan mengoptimalkan komunikasi, informasi, edukasi dan
tatalaksana anemia pada ibu hamil.
DAFTAR
PUSTAKA
Nana, dkk. 2016.
Perilaku Ibu Hamil Dalam Konsumsi Tablet Zat Besi. Jurnal 2 trik:Tunas-tunas
Riset Kesehatan. Vol.VI,No. 2 Poltekkes
Surabaya.
Esthika Ariany dan
Meri. 2010. Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet
Fe pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Kecamatan Nanggalo. Ners Jurnal Keperawatan Undalas. Vol.7, No.
2,2011 Desember 170-175.
Intan. 2016. Strategi
Dalam Penanggulangan pencegahan anemia pada kehamilan. Jurnal ilmiah Widya. Vol. 3, No.3 Binawan.
Mardhatillah Fuady.
2013. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Defisiensi Besi Terhadap
Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi. Jurnal
Gizi UMS Vol. 2, No.1.
Kamidah. 2015.
Analisa Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat
Besi. GASTER Vol. XII No. 2 Agustus 2015.
Budi Iswanto, dkk.
2011. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Defisiensi Besi Terhadap
Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi Di Puskesmas Karangdowo Klaten. Fakultas Kedokteran UMS.
Lindung Purbadewi,
dkk. 2013. Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu
Hamil. Jurnal gizi UMS. Vol. 2. No. 1.
Anik Sulistiyanti.
2015. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Konsumsi
Tablet Fe Di Wilayah Kerja Puskesmas Masaran I Sragen. Jurnal
Kebidanan dan Ilmu Kesehatan. ISSN : 2407 – 2656. Vol.2,
No.2,Desember. Akbid Citra Medika Surakarta
Agresyia E.Larage (2014), Hubungan Pengetahuan Tentang
Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Rainis
Kabupaten Talaud. Buletin Sariputra. Oktober,
Vol.1
(1). Fakultas keperawatan,
Universitas sariputra indonesia
tomohon.
Husnah (2012), Hubungan
Pengetahuan, Sikap dan Antenatal Care
Dengan Konsumsi Tablet Besi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas ULEE Kareng
Kareng Banda Aceh. JURNAL KEDOKTERAN SYIAH KUALA
Volume 12 Nomor 3 Desember.