Minggu, 20 November 2016

PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL

PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL
Siti Ma’rivatun1, Siti Maysaroh2, Siti Nur Jannah3
1,2,3  Mahasiswa Program Studi DIV Kebidanan Transfer Universitas Ngudi Waluyo.

ABSTRAK
Latar belakang : Anemia masih menjadi permasalahan yang sering dialami oleh ibu hamil. Anemia dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan hasil konsepsi, sehingga sering abortus, persalinan prematuritas, cacat bawaan, dan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Keadaan ini dapat terjadi karena ketidakmampuan ibu dalam mencegah dan mengatasi anemia yang salah satunya disebabkan karena rendahnya tingkat pengetahuan, rendahnya asupan gizi, ketidaktahuan tentang pola makan yang benar, Kepatuhan yang rendah terhadap konsumsi tablet Fe dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kejadian anemia dan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode literatul review. Tipe studi yang diidentifikasi adalah eksperimen, dalam bentuk wawancara, checklist, kuesioner. Tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap anemia dengan angka kejadian anemia pada ibu hamil dan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Penelusuran artikel dilakukan pada pangkalan data (data base) naskah publikasi, google scholar, dengan menggunakan kata kunci yang telah ditentukan.
Kata Kunci : Pengetahuan, Asupan Gizi, Mengkonsumsi Tablet Fe, Dukungan Keluarga.
PENDAHULUAN
          Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang terjadi pada wanita dimana masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya kehamilan normal yaitu 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari pertama haid terakhir, pengawasan antenatal memberikan manfaat bagi ibu hamil dan ditemukannnya berbagai masalah/kelainan yang menyertai kehamilan secara dini. Ibu Hamil yang termasuk dalam kelompok umur reproduksi sehat adalah ibu yang hamil pada umur antara 20-35 tahun. Ibu hamil dalam kelompok umur ini telah mempunyai organ reproduksi yang dapat berfungsi dengan baik. Sebagian besar responden termasuk dalam umur reproduksi sehat (berumur 20-35 tahun) yaitu sebanyak 38 orang (90,5%) dan yang termasuk kategori umur reproduksi tidak sehat (berumur >35 tahun) sebanyak 4 orang (9,5%).
          Anemia adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (HB) atau protein pembawa oksigen dalam sel darah merah berada di bawah normal,anemia dalam kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami dan cukup tinggi (Prawiharjo S, 2008). Menurut Depkes RI, di Indonesia terdapat (67%) ibu hamil mengalami anemia. Berdasarkan ketetapan WHO, anemia bumil di Indonesia sangat bervariasi, yaitu: 1) Normal jika Hb 11 gr%, 2) Anemia ringan jika Hb 9-10 gr%, 3) Anemia sedang jika Hb 7-9 gr%, 4) Anemia berat jika Hb 5-7 gr%.
Meningkatnya kebutuhan asupan zat besi selama kehamilan menyebabkan ibu hamil berisiko tinggi mengalami anemia kurang zat besi, penyebab utama anemia (McLean et al.2007). Ibu yang anemia memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk memiliki good pregnancy outcomes dibandingkan ibu yang tidak mengalami anemia (WHO 2012), risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan premature (Berger etal.2011) dan juga melahirkan bayi dengan simpanan zat besi yang 50% lebih rendah (WHO 2012).
Salah satu faktor yang menyebabkan masih tingginya  anemia defisiensi besi pada ibu hamil adalah kurang gizi (malnutrisi), kurang zat besi dalam diet, malabsorpsi, kehilangan darah yang banyak saat persalinan atau haid yang lalu, dan penyakit kronik seperti : TB paru, cacing usus, dan malaria, dan rendahnya kepatuhan ibu  hamil dalam mengkonsumsi tablet besi. Sebanyak 74,16% ibu hamil dinya takan tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet besi (Indreswari, 2008). Mengingat pentingnya kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe

selama kehamilan dalam menurunkan risiko mengalami anemia saat hamil, informasi mengenai faktor-faktor apa yang membuat ibu hamil mengonsumsi tablet Fe dalam jumlah yang direkomendasikan menjadi sangat penting. Penelitian Lely Ratnawati (2006), bahwa semakin banyak tingkat konsumsi tablet Fe akan diikuti dengan makin meningkatnya kadar  Hb ibu hamil trimester III.
          Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang menstimulasi atau merangsang terhadap terwujudnya sebuah perilaku kesehatan. Apabila ibu hamil mengetahui dan memahami akibat anemia dan cara mencegah anemia maka akan mempunyai perilaku kesehatan yang baik dengan harapan dapat terhindar dari berbagai akibat atau risiko dari terjadinya anemia kehamilan. Perilaku kesehatan yang demikian berpengaruh terhadap penurunan kejadian anemia pada ibu hamil. Lestari (2011), dalam penelitiannya menyatakan ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan sikap pencegahan terhadap anemia di RSIA Arvita Bunda Yogyakarta. Hubungan tersebut dapat dilihat dari semakin tingginya pengetahuan Ibu tentang anemia maka semakin positif pula sikap Ibu tersebut dalam melakukan pencegahan anemia.
TUJUAN PENELITIAN
          Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas tentang Anemia pada kehamilan dan strategi dalam penanggulangan pencegahan anemia.
METODE PENELITIAN
          Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode literatul review. Tipe studi yang diidentifikasi adalah eksperimen, dalam bentuk wawancara, checklist, kuesioner. Tingkat pengetahuan ibu

hamil terhadap anemia dengan angka kejadian anemia pada ibu hamil dan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Penelusuran artikel dilakukan pada pangkalan data (data base) naskah publikasi, google scholar, dengan menggunakan kata kunci yang telah ditentukan. Artikel

yang dipilih adalah bahasa Indonesia yang dipublikasikan sejak tahun 2011 sampai dengan 2016 yang dapat diakses fulltext dalam bentuk format pdf.
HASIL PENELITIAN
Pencarian artikel dilakukan pada pangkalan data (data base) dengan menggunakan kata kunci tertentu. Artikel yang ditemukan dan memenuhi kriteria sebanyak 10 artikel yang terdiri dari 3 artikel deskriptif, 3 artikel analitik observasional, 1 artikel deskriptif eksploratif, 1 artikel analitik korelasional, dan 2 artikel cross sectional. Berikut daftar artikel yang ditemukan diuraikan dalam bentuk tabel.             

Tabel 1. Ekstraksi data penelitian.
No Peneliti
  Metode
Penelitian
Hasil
1.      Esthika Ariany Maisa (2010), Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe pada ibu hamil  di wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Kecamatan Nanggalo.
Desain Penelitian deskriptif  korelasi dengan pendekatan  cross sectional  dan responden sebanyak 32 orang. Responden yaitu ibu hamil yang telah mendapatkan tablet Fe dari Puskesmas pada kunjungan sebelumnya serta memiliki riwayat anemia selama kehamilan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner.
Pada kelompok ibu hamil sebanyak 59.4% responden mendapat dukungan keluarga yang rendah dan 71.9% responden memiliki kepatuhan konsumsi tablet Fe yang rendah. Dan didapatkan nilai (p<0.05).




2.      Husnah (2012), Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Antenatal Care  Dengan Konsumsi Tablet Besi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas ULEE Kareng Kareng Banda Aceh.
Desain penelitian analitik  observasional  dengan rancangan Cross sectional  survey  Populasi adalah ibu hamil yang berkunjung ke ruang Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas trimester III dengan jumlah 32 responden.
Pada Kelompok ibu hamil yang mempunyai pengetahuan  baik dan  sikap setuju sebanyak 13 responden (40,6%) dan pengetahuan kurang dengan sikap tidak setuju sebanyak 19 responden
(59,4%). Konsumsi tablet besi sesuai anjuran sebanyak 17 responden (53,1%) dan konsumsi tablet besi tidak  sesuai anjuran sebanyak 15 responden (46,9%). Dan di peroleh nilai p=0,003 (p <0,05) dengan RP  : 2,6 (95%-CI  :  1, 3-5,4).
3. Budi Iswanto (2012), Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Anemia Defisiensi Besi dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet besi Di Puskesmas Karangdowo, Klaten.
Desain Penelitian ini merupakan penelitian  observasional analitik  dengan pendekatan  cross sectional. analisis data menggunakan uji chi-square. Jumlah sampelse banyak 88 responden.
Pada kelompok ibu hamil sebagian besar sampel (42,1%) ibu hamil termasuk kategori berpengetahuan cukup; 63,2% sampel berpendidikan sedang; 52,6% sampel mengkonsumsi tablet Fe dengan kategori kurang; dan 55,3% kadar Hb sampel termasuk kategori anemia.
Dan didapatkan nilai p = 0,001.








4. Mardhatillah Fuady (2013), Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Defisiensi Besi Terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi.

Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan consecutive-sampling  berjumlah 99 orang. Penilaian pengetahuan menggunakan kuesioner. Penilaian kepatuhan menggunakan kuesioner.

Pada kelopok ibu hamil didapatkan bahwa responden yang memiliki berpengetahuan baik yaitu 56 orang (56,6%) responden, berpengetahuan sedang yaitu 25 orang (25,3%) responden, dan berpengetahuan buruk 18 orang (18,2%) responden. Dan responden memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi yaitu sejumlah 53 orang (53,5%), responden dengan tingkat kepatuhan sedang terdapat sebanyak 27 orang (27,3) dan responden dengan tingkat kepatuhan rendah terdapat 19 orang (19,2%).
Dan didapatkan hasil p value = 0,011 (p< 0,05).
5. Lindung Purbadewi (2013), Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil.
Desain deskriptif analitik, dengan pendekatan  cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebanyak 55 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik  accidental sampling sejumlah 42 orang. Jenis pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.
Pada kelompok ibu hamil didapatkan bahwa hasil penelitian menunjukkan dari 27 responden yang mengalami anemia sebanyak
8 orang (29,6%) memiliki tingkat pengetahuan tentang anemia dalam kategori baik dan 19 orang (70,4%) memiliki tingkat pengetahuan tentang anemia dalam kategori kurang. Dari 15 orang responden yang tidak mengalami anemia sebanyak 13 orang (86,7%) memiliki pengetahuan tentang anemia dalam kategori baik dan 2  orang (13,3%) memiliki tingkat pengetahuan tentang anemia dalam kategori kurang. Dan didapatkan nilai p  yaitu sebesar 0,000 < 0,05 (p <α).

6. Agresyia  E.Larage (2014), Hubungan Pengetahuan Tentang Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Rainis Kabupaten Talaud.
Desain  penelitian  ini  menggunakan metode  Cross  Sectional,  dengan  menggunakan  teknik  total  sampling. Populasi dalam  penelitian ini berjumlah  32  orang  ibu  hamil yang  memenuhi  kriteria sampel.
Pada Kelompok ibu hamil yang memiliki pengetahuan  tentang  gizi dikategorikan  berpengetahuan  kurang  yaitu
berjumlah  21 orang  ibu hamil (65,6%), sedangkan  responden  yang  tingkat  pengetahuannya  baik  berjumlah  11  orang  ibuhamil  (34,4%). Dan responden  yang  memiliki tingkat   pengetahuan
yang  baik  berjumlah  11  ibu  hamil  (34,3%)  dengan status
anemia  ringan, sedangkan  responden  terbanyak yaitu  dan  tingkat   pengetahuan  kurang  berjumlah ibu  hamil (56,2%)  dengan  status anemia sedang. Didapatkan hasil p < 0,05.

7. Anik Sulistiyanti (2015), Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Di Wilayah Kerja Puskesmas Masaran I Sragen.
Desain penelitian analitik korelasional dengan
pendekatan  cross sectional.  Sampel penelitian  50 ibu hamil yang memeriksakan
kehamilannya dengan  teknik  random sampling.
Pada kelompok ibu hamil dengan 12 responden yang
berpengetahuan baik, 9 diantaranya patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe dan 3 responden kurang patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe. 13 Responden berpengetahuan cukup, 3 diantaranya patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe, 10 tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe. 25 Responden berpengetahuan kurang dan tidak patuh mengkonsumsi
tablet Fe. Dan didapatkan nilai p value = 0,000 < 0,05.

8. Kamidah (2015), Analisa Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat besi
Desain penelitian observasional
analitik dengan rancangan cross sectional. Populasinya adalah ibu hamil TM II keatas, dengan responden 35.
Pada kelompok ibu hamil yang memiliki pengetahuan rendah yaitu sebanyak 17 orang (48,57%). Yang lain memiliki tingkat pengetahuan yang sedang dan tinggi masing-masing sebanyak 9
orang (25,71%). Dan sebagian besar responden termasuk tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet zat besi
yaitu sebanyak 26 orang (74,9%). Selebihnya adalah responden yang patuh yaitu sebanyak 9 orang (25,1%). Dan didapatkan c2 hitung> c2 tabel (10,638 > 5,991).

9. Intan Parulian Tiurma Roosleyn (2016), Strategi Dalam Penanggulangan Pencegahan Anemia Pada Kehamilan.
Desain Penelitian kajian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif eksploratif .

Penanggulangan dan pencegahan Anemia; 1) Keluarga dan anggota keluarga yang resiko menderita anemia harus mendapat makanan yang cukup bergizi dengan biovallabilita yang cukup; (2) Pengobatan penyakit inf eksi yang memperbesar resiko anemia (3 ) Penyediaan pelayanan yang mudah dijangkau oleh keluarga yang memerlukan, dan tersedianya tablet tambah darah dalam j umlah yang sesuai.

10. Nana Usnawati (2016), Perilaku Ibu Hamil Dalam Konsumsi Tablet Zat Besi.
Desain penelitian deskriptif, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah Puskesmas Karangrejo dengan kriteria, yaitu ibu hamil trimester I, II dan III sebesar  96 orang.
Pada kelompok ibu hamil didapatkan bahwa responden sebagian besar dalam kurun reproduksi sehat (20-30 tahun), berpendidikan SMA, memiliki pengetahuan yang
baik, sikap yang mendukung serta praktik dalam konsumsi tablet zat besi yang baik. Dan didapatkan


PEMBAHASAN
          Sepuluh artikel yang ditemukan pada pangkalan data didapatkan bahwa tatalaksana anemia pada ibu hamil adalah pengetahuan, asupan gizi, kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe, dan dukungan keluarga.
Pengetahuan
          Menurut Notoatmodjo 2014, Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telingan. Dalam wikipedia dijelaskan; Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.
              Pengetahuan disini yang dimaksud adalah pengetahuan ibu mengenai kehamilan. Bila pengetahuan mereka sudah baik terhadap perawatan kandungan maka kepatuhan seseorang untuk memeriksakan kehamilan juga akan dapat terjaga. Apabila pengetahuan belum sepenuhnya dimiliki maka untuk mengikuti anjuran untuk memeriksakan kehamilan kurang dapat terwujud.
          Menurut penelitian Rabi’atul Adawiyah Su’ong di Puskesmas Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo tahun 2013 dengan desain cross sectional, ada hubungan antara pengetahuan dengan kunjungan antenatal care (p=0,004).
Asupan Gizi
          Gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan (Sunita, 2014).
          Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainya meningkat selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna (Kristiyanasari, 2015). Maka sangat dianjurkan untuk dapat mengkonsumsi makanan tambahan seperti energi, protein, Asam folat,  Zat besi, Kalsium dan berbagai vitamin dan mineral.
          Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah, baik pada ibu maupun janin, seperti diuraikan berikut ini:
1.      Terhadap ibu
Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan risiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi.
2.      Terhadap janin
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan rendah (BBLR).

Kepatuhan Dalam Mengkonsumsi   Tablet Fe
          Kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi diukur dari ketepatan jumlah tablet yang dikonsumsi, ketepatan cara mengkonsumsi tablet zat besi, frekuensi konsumsi perhari. Suplementasi besi atau pemberian tablet Fe merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah dan menanggulagi anemia, khususnya anemia kekurangan besi. Suplementasi besi merupakan cara efektif karena kandungan besinya yang dilengkapi asam folat yang sekaligus dapat mencegah anemia karena kekurangan asam folat (Afnita, 2014).
            Menurut Dinicola dan Dimatteo (1984) yang dikutip Niven (2002) cara meningkatkan kepatuhan diantaranya melalui perilaku sehat dan pengontrolan perilaku dengan faktor kognitif, dukungan sosial dalam bentuk dukungan emosional dari anggota keluarga yang lain, teman, waktu dan uang merupakan faktor yang penting dalam kepatuhan dalam program-program medis, dan dukungan dari profesional kesehatan.
Tablet zat besi sebagai suplementasi yang diberikan pada ibu hamil menurut aturan harus dikonsumsi setiap hari. Namun karena berbagai alasan misalnya, pengetahuan, sikap, dan praktek ibu hamil yang kurang baik, efek samping dari tablet zat besi, motivasi petugas kesehatan yang kurang sering kali terjadi ketidak patuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan tujuan dari pemberian tablet zat besi tidak tercapai.

Dukungan Keluarga
          Dukungan keluarga merupakan sistem pendukung utama untuk memberikan perawatan langsung pada setiap keadaan sehat ataupun sakit. Kepala keluarga adalah seseorang dari sekelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari – hari rumah tangga atau orang yang dianggap atau ditunjuk sebagai kepala rumah tangga. Keluarga khususnya suami sebagai kepala rumah tangga dapat memberikan dukungan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan secara teratur. Adapun dukungan keluarga yang dimaksud disini adalah dukungan yang diberikan baik dalam moril maupun materil kepada anggota keluarga yang hamil berupa memberikan dorongan untuk memeriksakan kehamilan sesuai jadwal. Jika seluruh keluarga mengharapkan kehamilan, mendukung bahkan memperlihatkan Universitas Sumatera Utara dukungannya dalam berbagai hal, maka ibu hamil akan merasa lebih percaya diri, lebih bahagia dan siap dalam menjalani kehamilan, persalinan dan masa nifas. Menurut penelitian Ulul Lailatul Mardiyah, dkk di wilayah kerja Puskesmas Tempurejo Kabupaten Jember tahun 2013 dengan desain cross sectional, ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan antenatal care (p=0,021).

KESIMPULAN
            Tatalaksana anemia pada ibu hamil  yaitu ibu hamil yeng berpengetahuan baik, kepatuhannya dalam mengkonsumsi tablet Fe, asupan nutrisinya yang cukup serta dukungan keluarga yang optimal.

SARAN
          Disarankan bagi instansi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan pelayanan antenatal care, utamanya dalam deteksi dini komplikasi anemia dalam kehamilan dengan mengoptimalkan komunikasi, informasi, edukasi dan tatalaksana anemia pada ibu hamil.

DAFTAR PUSTAKA
Nana, dkk. 2016. Perilaku Ibu Hamil Dalam Konsumsi Tablet Zat Besi. Jurnal 2 trik:Tunas-tunas Riset Kesehatan. Vol.VI,No. 2 Poltekkes Surabaya.
Esthika Ariany dan Meri. 2010. Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Kecamatan Nanggalo. Ners Jurnal Keperawatan Undalas. Vol.7, No. 2,2011 Desember 170-175.
Intan. 2016. Strategi Dalam Penanggulangan pencegahan anemia pada kehamilan. Jurnal ilmiah Widya. Vol. 3, No.3 Binawan.
Mardhatillah Fuady. 2013. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Defisiensi Besi Terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi. Jurnal Gizi UMS Vol. 2, No.1.
Kamidah. 2015. Analisa Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi. GASTER Vol. XII No. 2 Agustus 2015.
Budi Iswanto, dkk. 2011. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Defisiensi Besi Terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi Di Puskesmas Karangdowo Klaten. Fakultas Kedokteran UMS.
Lindung Purbadewi, dkk. 2013. Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil. Jurnal gizi UMS. Vol. 2. No. 1.
Anik Sulistiyanti. 2015. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Di Wilayah Kerja Puskesmas Masaran I Sragen. Jurnal Kebidanan dan Ilmu Kesehatan. ISSN : 2407 – 2656. Vol.2, No.2,Desember. Akbid Citra Medika Surakarta
Agresyia  E.Larage (2014), Hubungan Pengetahuan Tentang Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Rainis Kabupaten Talaud. Buletin Sariputra. Oktober, Vol.1 (1). Fakultas keperawatan,  Universitas  sariputra  indonesia  tomohon.
Husnah (2012), Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Antenatal Care  Dengan Konsumsi Tablet Besi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas ULEE Kareng Kareng Banda Aceh. JURNAL KEDOKTERAN SYIAH KUALA Volume 12 Nomor 3 Desember.



         





         





         





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar