Rabu, 09 November 2016

laporan tinjauan kasus pada pemeriksaan Ibu Hamil


MAKALAH
PEMERIKSAAN IBU HAMIL



 DISUSUN OLEH :

KELOMPOK V

1.Rusdiana                                    8. Tessa Claramitha
                          2.      Siti Arjuna                                  9. Tri Sukma A
                                                     3.      Siti Ma’rivatun                    10. Umianti Setia N            
  4.      Sri Mahdalena                     11. Wa’is Al Khorni     
5.      Sri Utami                              12. Yesi Febriyani
6.      Sulastri                                 13. Zaleha
                                                    7.      Susi Susanti
 



YAYASAN BUDI MULIA SRIWIJAYA
AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG
TAHUN AKADEMIK 2014/2015


KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah seminar praktik klinik kebidanan dengan judul Pemeriksaan Ibu Hamil”
      Dalam proses pembuatan laporan ini, penulis banyak mendapat bimbingan dari beberapa pihak,dalam kesepakatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1.      Seluruh Dosen Pengajar dan staf Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang.
2.      Semua pihak yang membantu dalam penyelesaian Makalah Seminar Praktik Klinik ini dapat penulis selesaikan.
3.      Teman-teman se-almamater Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang, yang telah ikut membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam Penyusunan makalah ini penulis menyadari masih sangat banyak kekurangan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat mendidik dan membangun guna kemajuan yang lebih baik pada makalah-maklah berikutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Palembang,  April 2015



Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i
DAFTAR ISI .............................................................................................. ...........ii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................... ..1
1.1 Latar Belakang.............................................................................................. 1
1.2 Tujuan Penulisan........................................................................................... 2
      1.2.1 Tujuan Umum………………………………………………………...2
      1.2.2 Tujuan Khusus………………………………………………………..2
1.3 Manfaat Penulisan......................................................................................... 3
      1.3.1 Bagi Penulis…………………………………………………………..3
      1.3.2 Bagi Institusi Pendidikan…………………………………………….3
      1.3.3 Bagi Klien dan Keluarga……………………………………………..3
      1.3.4 Bagi Lahan Praktik…………………………………………………..3
      1.3.5 Bagi Masyarakat……………………………………………………..3

BAB II TINJAUAN TEORITIS ……………………………………………….4
2.1 Definisi…………………………………………………………………….4
2.2 Diagnosa Kehamilan……………………………………………………….5
      2.2.1 Tanda Dugaan Hamil………………………………………………...5
      2.2.2 Tanda Kemungkinan Hamil………………………………………….6
      2.2.3 Tanda Pasti Hamil……………………………………………………6
2.3 Tahap Perubahan dan Perkembangan Janin, serta Perubahan Maternal…..6
      2.3.1 Perubahan dan Perkembangan Janin………………………………...6
      2.3.2 Perubahan Terhadap Maternal………………………………………9
2.4 Perubahan Psikologis Pada Ibu Hamil……………………………………10
 2.5 Tanda Bahaya Kehamilan………………………………………………..11
2.6 Nasihat-Nasihat Untuk Ibu Hamil………………………………………..14
2.7 Pemeriksaan Kehamilan ( ANC )…………………………………………18       
      2.7.1 Standar Antenatal Care (ANC)……………………………………..20
      2.7.2 Penatalaksanaan antenatal care (ANC)………………………….....22
      2.7.3 Kunjungan antenatal care (ANC)………………………………..…23
      2.7.4 Kriteria Keteraturan ANC………………………………………….23
      2.7.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemeriksaan Kehamilan………24
      2.7.6 Dampak Ibu Hamil Tidak ANC…………………………………….26

BAB III TINJAUAN KASUS…………………………………………………..27
BAB IV PEMBAHASAN .................................................................................. 37
BAB V PENUTUP………………………………………………………………39
 5.1 Kesimpulan ................................................................................................ 39
 5.2 Saran .......................................................................................................... 39
       5.2.1 Bagi Pendidikan................................................................................ 39
       5.2.2 Bagi Mahasiswa…………………………………………………….39
       5.2.3 Bagi Klinik Budi Mulia Medika……………………………………40
       5.2.4 Bagi Pasien…………………………………………………………40

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 41


BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kehamilan adalah peristiwa alamiah, yang akan dialami oleh seluruh ibu yang mengharapkan anak. Namun demikian setiap kehamilan perlu perhatian khusus, untuk mencegah dan mengetahui penyakit-penyakit yang dijumpai pada persalinan, baik penyakit komplikasi dan lain-lain.
Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kehamilan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu pelayanan antenatal care merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil dan mendeteksi adanya kehamilan resiko tinggi. Dengan adanya antenatal care sebagai deteksi dini adanya kehamilan yang beresiko tinngi sebagai salah satu penyebab kematian ibu hamil, sehingga antenatal care diharapkan dapat mengurangi angka kematian ibu.
Ibu hamil tersebut harus sering dikunjungi jika terdapat masalah dan hendaknya disarankan untuk menemui petugas kesehatan bila merasakan tanda-tanda kehamilan. Untuk itu ibu hamil terutama trimester ini untuk lebih sering memeriksakan diri sejak dini dengan tujuan untuk mengurangi penyulit saat inpartu.
Untuk itulah tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan obstetrik dan neonatal, khususnya bidan harus mampu dan teerampil memeberikan pelayanan sesuai dengan standart yang diterapkan.

1.2. Tujuan Penulisan
1.2.1. Tujuan Umum
                                    Untuk menyelesaikan tugas makalah yang diberikan dan untuk melaksanakan asuhan kebidanan langsung kepada pasien secara optimal dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan, sehingga didapat ibu dan anak yang sehat.
1.2.2. Tujuan Khusus
                        Menetapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah kedalam proses asuhan kebidanan serta mendapatkan pengalaman alam melaksanakan asuhan kebidanan penulis diharapkan mampu :
1. Melaksanakan pengkajian data.
2. Mengidentifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan.
3. Menentukan antisispasi masalah potensial.
4. Mengidentifikasi kebutuhan segera
5. Menyusun rencana asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah.
6. Melaksanakan rencana asuhan dengan masalah.
7.Mengevaluasi keefektifan asuhan kebidanan yang telah dilaksanakan.


1.3. Manfaat Penulisan
1.3.1. Bagi Penulis
                        Dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh serta mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan asuhan kebidanan secara langsung pada ibu sehingga dapat digunakan sebagai berkas penulis didalam melaksanakan tugas sebagai bidan.
1.3.2. Bagi Institusi Pendidikan
                        Sebagai tambahan sumber kepustakaan dan perbandingan pada aasuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis.
1.3.3. Bagi Klien dan Keluarga
                        Agar klien mengetahui dan memahami perubahan fisiologis yang terjadi pada kehamilan secara fisiologis maupun psikologis serta masalah pada kehamilan sehingga timbul kesadaran bagi klien untuk memperhatikan kehamilannya.
1.3.4. Bagi lahan Praktek
                        Hasil penulisan dapat memberikan masukan terhadap tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan selalu menjaga mutu pelayanan.
1.3.5. Bagi Masyarakat
                        Merupakan informasi kepada masyarakat tentang perubahan fisiologi yang terjadi pada kehamilan baik secara biologis dan psikologis serta masalah pada kehamilan.

BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1. Definisi
        Pada umumnya kehamilan berkembang secara normal dan mengshasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir, namun ini tidak sesuai dengan yang diinginkan. Sulit sekali diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah, oleh karena itu asuhan antenatal merupakan cara penting untuk memperhatikan ibu dan kehamilannya.
        Kehamilan dan persalinan merupakan proses alamiah (normal) dan bukan patologis. Tetapi kondisi normal dapat menjadi patologis/abnormal. Masa hamil berlangsung 280 hari atau 40 minggu. Setiap perempuan berkepribadian unik dan kehamilan unik pula, dimana terdiri atas Bio, Psikologis, Social, yang berbeda pula, sehingga dalam memperlakukan pasien satu dengan yang lainnya juga berbeda dan tidak boleh disamakan.
Kehamilan adalah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma, lalu keduanya menyatu membentuk sel yang akan tumbuh. Menurut BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional).
masa kehamilan pada wanita hamil dimulai dan konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya kehamilan normal 280 hari dihitung dari hari pertamahaid terakhir. Menurut Hanifa 2012.

        Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
1.     Kehamilan triwulan pertama (antara 0 sampai 12 minggu).
2.     Kehamilan triwulan kedua (antara 12 sampai 28 minggu).
3.     Kehamilan triwulan ketiga/terakhir (antara 28 sampai 40     minggu).
Dimana setiap trimester memiliki ciri khas tertentu. Dikatakan masa kehamilan dimulai dari masa konsepsi, pertemuan sel sperma dan sel telur, pembuahan, nidasi, sampai membentuk janin dan terbentuknya seluruh tubuh janin sehingga saatnya melahirkan.
Pada masa hamil lah terjadinya banyak perubahan pada tubuh ibu misalnya, rahim membesar karna pertumbuhan janin yang semakin berkembang. Dinding perut semakin melebah mengikuti pertumbuhan janin, payudara membesar dan tenggang karena produksi ASI.
Kehamilan yang sehat akan menghasilkan bayi yang sehat, dan ibu melahirkan selamat.
2.2. Diagnosa Kehamilan
        Kehamilan ditegakkan berdasarkan : gejala dan tanda tertentu yang diperoleh melalui riwayat dan ditemukan pada pemeriksaan serta hasil laboratorium.
2.2.1. Tanda Dugaan Hamil
a)      Amenorea (tidak datng haid).
b)      Payudara tegang
c)      Mengidam (ingin makanan khusus)
d)     Mual muntah pagi hari (morning sickness)
e)      Hipersalivasi
f)       Konstipasi
g)      Pigmentasi kulit
2.2.2. Tanda Kemungkinan Hamil
a)      Pembesaran rahim dan perut
b)      Pada pemeriksaan dijumpai
−        Tanda hegar
−        Tanda chadwik
−        Tanda discasek
−        Teraba ballotement
c)      Reaksi pemeriksaan kehamilan positif
2.2.3. Tanda Pasti Hamil
a)      Gerakan janin dalam rahim terasa, dan teraba bagian janin.
b)      Pemeriksaan USG
c)      Terdenagr denyut jantung janin.

2.3. Tahap Perubahan dan Perkembangan Janin, Serta Perubahan    Terhadap Maternal
2.3.1. Perubahan dan Perkembangan Janin
·         0-4 Minggu
Pada minggu-minggu awal ini, janin memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm. Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sum sum tulanh belakang yang masih sederhana, dan tanda- tanda wajah yang akan terbentuk.


·         4-8 Minggu
Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 4 minggu, jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulangh-tulang belakang wajah, mata, kaki dan tangan.

·         8-12 Minggu
Saat memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Dan memilliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapt melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut. Organ-organ utama janin kini telah terbentuk.

·         12-16 Minggu
Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya apat didengarkan melalui ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat menunjukan ekspresi tertentu dan mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kemudia janin sudah mulai dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnay muali tumbuh kasar dan berwarna.

·         16-20 Minggu
Janin mulai bereaksi terhadap suara ibunya. Akar-akar gigi tetap telah muncul dibelakang gigi susu. Tubuhnya ditumbuhi rambut halus yang disebut lanugo. Janin bisa menghisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung-ujung indra pengecap mulai berkembang dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jari mulai tampak.

·         20-24 Minggu
Pada sat ini ternyata besar tubuh janin mulai sebanding dengan badanya. Alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya muli terbuka, dan mulai melakukan gerakan pernafassan. Pusat-pusat tulangntya pun mulai mengeras. Selain itu, Kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.

·         24-28 Minngu
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan dikulit kepalanya rambut mulai bertumbuhan, kelompok matanya membuka, dan otaknya mulai aktif. Janin dapat mendengar, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Janin dapat menegnali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan pada masa ini merupakan masa-mas bagi sang janin mempersiapkan dirinmenghadapi hari kelahirannya.

·         28-36 Minggu
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karna beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya, kepalanya sudah mulai mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna.

·         38 Minggu
Kepalanya sudah berada pada rongga panggul, seolah-olah mempersiapkan diri bagi kelahirannya kedunia. Ia kerap berlatih bernapas, menghisap dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya mulai menghilang. Ususnya terisi mekonium (tinja pada bayi baru lahir) yang biasanya akan dikeluarkan dua hari setelah lahir. Sat ini persalinan sudah amat dekat dan bisa terjaid kapan saja.
2.3.2. Perubahan Terhadap Maternal
Suatu kehamilan normal biasanya berlangsung 280 hari, selama ini terjadi perubahan yang menakjubkan baik pada ibu maupun janin. Janin berkembang dari 2 sel ke satu bentuk yang akan mampu hidup di luar uterus.
Adapun perubahan yang terjaid ada 3 bagian, yaitu :
a.       Trimester pertama minggu ke 1-14/ bulan 1-3
Ibu terlambat menstruasi, payudara menbjadi nyeri dan membesar, kelelahan, dan ibu akan mengalami dua gejala terakhir selama 3 bulan berikutnya yaitu morning sickness atau mual muntah yang biasanya dimulai sekitar 8 minggu dan mungkin berkhir sampai 12 minggu.

b. Trimester kedua minggu 16-24/ bulan 4-6
Fundus berada ditengah antara simpisis dan pusat, sekris vagina meningkat tetapi tetap normal juka tidak gatal, iritasi dan berbau, bulan ke 5 TFU 3 jari dibawah pusat, payudara melai sekresi kolostrum, kantungketuban menampung 400 ml cairan. Bulan ke 6 fundus sudah diatas pusat, sakit punggung dan kram pada kaki mungkin melai terjadi, mengalami gatal-gatal pada abdomen karrena uterus dan kulit merenggang.

c. Trimester keiga minngu ke 28-36/ bulan 7-9
Fundus berada di pertengahan antara pusat dan PX, hemoroid mungkin terjadi, pernapasan dada berganti menjadi npenapasan perut, mungkin ibu lelah menjalani kehamilannya dan ingin sekali menjadi ibu, ibu juga sulit tidur. Bulan kesembilan, penurunan kepala ke panggul ibu/kepala masuk PAP, sakit punggung dan sering kencing, barxton Hik meningkat karna serviks dan segmen bawah rahim disiapkan.

2.4. Perubahan Psikologis Pada ibu hamil
1. Trimester Pertama
Segera setelah, konsepsi kadar hormon progesteron dan ertrogrn dalam tubuh akan meningkat dan ini menyebabkan timbulkan mual muntah pada pagi hari, lemah, lelah dan besarnya payudara, bu merasa tiak sehat dan sering kali membenci kehamilannya, pada trimester pertama seorang ibu akan selau mencari tanda-tanda untuk lebh meyakinkan bahwa dirinya memang hamil.





2. Trimester Kedua
Pada trimester kedua biasanya adalah saat ibu merasa sehat, ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinng dan rasa tidak nyaman karena hamil sudah berkurang, perut ibu belum teralu besar sehingga belum dirasakan sebagai beban, ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat merasakan gerakan bayinya, dan ibu mulai merasakan kehadiran bayinya, banyak ibu terlepas dari rasa kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang dirasakannya pada trimester pertama.

3. Trimester ketiga
Trimester ketiga sering kali disebut periode menggu atau waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan 2 hal yang mengingatkan ibu akan bayinya. Kadang-kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu-waktu, ini menyebabkan ibu meninggkatkankewaspadaan akan timbulnya tanda dan gejala akan terjadi persalinan, ibu sering kali mersa khawatir atau kalau bayi yang akan dilahirkannya tidak normal.
           
2.5. tanda bahaya kehamilan
1. Pendarahan pada hamil muda maupun pada hamil tua
Pendarahan pada hamil muda yaitu pendarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu. Pada masa kehamilan muda, perdarahan pervaginam yang berhubungan dengan kehamilan, dapat berupa Abortus, Kehamilan muda, dan Kehamilan Ektopik.
Pendarahan pada hamil tua yaitu pendarahan yang terjadi pada usia kehamilan setelah 22 minggu sampai sebelum bayi lahir. Perdarahan setelah usia kehamilan 22 minggu biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya. Perdarahan yang berbahaya umumnya bersumber pada kelainan plasenta. Dua kondisi yang mengancam jiwa jika perdarahan pervaginam pada kehamilan lanjut, yaitu plasenta previa dan solutio plasenta.
Adapun kelainan lain adalah perdarahan yang bersumber dari kelainan serviks dan vagina. kelainan - kelainan yang mungkin tampak ialah erosi persionis uteri, polip cerviks uteri, varises vulva dan trauma.
2.        Sakit Kepala yang hebat
Nyeri kepala pada masa hamil dapat merupakan gejala pre - eklapsia, suatu penyakit yang terjadi hanya pada wanita hamil, dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala hebat dan sakit kepala yang menetap dan tidak hilang dengan istirahat. Sakit kepala yang hebat disebabkan karena terjadi edema pada otak dan meningkatnya resistensi otak yang mempengaruhi sistem syaraf pusat yang dapat menimbulkan kelainan serebal ( nyeri kepala, kejang) dan gangguan penglihatan.
3. Penglihatan Kabur
Penglihatan kabur dapat menjadi tanda pre-eklampsi, Masalah visual yang mengidentifikasi keadaan yang mengancam jiwa misalnya perubahan visual mendadak, yaitu penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik - bintik (spot) berkunang - kunang.



4. Bengkak pada wajah, kaki dan tangan
Hal tersebut diatas biasa disebut Edema yaitu penimbunan cairan secara umum dan berlebihan dalam jaringan tubuh, dan biasanya dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka. Edema pretibial yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampir separuh dari ibu - ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki. Edema yang mengkwatirkan ialah edema yang muncul mendadak dan cenderung meluas.
Edema bisa menunjukkan adanya masalah serius jika diikuti dengan tanda - tanda sbg berikut: jika muncul pada muka dan tangan, bengkak tidak hilang setelah istirahat, bengkak disertai dengan keluhan fisik lainya seperti: sakit kepala yang hebat, pandangan mata kabur dll.

5. Gerakan Janin Berkurang
Gerakan janin pertama yang dapat dirasakan ibu terjadi pada usia kehamilan 18-20 minggu. Pada wanita yang baru pertama kali hamil dan antara minggu ke 16-18 pada wanita yang mengandung bayi berikutnya.
Salah satu pedoman yang dapat diterima untuk menghitung gerakan janin ialah 10 gerakan dalam periode 12 jam, artinya jika bayi bergerak kurang dari 10 kali dalam 12 jam ini menunjukkan adanya sesuatu hal yang patologis pada bayi tersebut, dan wanita hamil harus memberi tahu tenaga kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut.


6. Nyeri perut yang hebat
Seorang wanita hamil keluhan nyeri perut dapat merupakan gejala penyakit atau komplikasi yang fatal. keadaan ini dapat terjadi pada kehamilan muda yaitu pada usia kehamilan kurang 22 minggu ataupun pada kehamilan lanjut yaitu usia kehamilan lebih 22 minggu. Selama masa hamil nyeri perut hebat dapat menunjukkan kehamilan ektopik, preeklampsi, persalinan premature, solution plasenta, abortus, ruptura uteri imminens
2.6. Nasihat-nasihat Untuk Ibu Hamil
 Diet dan Pengawasan Berat Badan
Wanita hamil dan menyusui harus betul-betul mendapat perhatian susunan dietnya, terutama mengenai jumlah kalori, ptotein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, perdarahan pasca persalinan dan sebagainya. Sedangkan makanan berlebihan karna dianggap untuk 2 orang (ibu dan janin), dapat mengakibatkan komplikasi-komplikasi seperti gemuk, pre-eklamsi, janin besar dan sebagainya. Anjurkan wanita tersebut makan seccukupnya saja. Bahan makanan tak perlu mahal, akan tetapi cupup mengandung protein baik hewani maupun nabati. Seperti diketahui, kebutuhan akan gizi selama kehaminan meningkat. Adapun kebutuhan ini dipergunakan untuk pertumbuhan plasenta, perumbuhan voluma darah, mamae membesar dan metabolisme basal yang meningkat. Sebagi pengawasan akan keculupan gizi ini dapat dipai kenaikan berat badan wanita himil tersebut. Kenaiksn berat badan wanita hamil rata-rata 6.5 kg sampai b16 kg.




      Merokok
Merokok adalah kebiasaan yang dilarang keras, baik pada saat hamil maupun tidak hamil dan baik merokok secara katif maupun pasif. Adalah kenyataan bahwa wanita-wanita yang terlalu banyak merokok melahirkan anak yang lebih kecil, atau mudah mengalami abortus dan partus prematurus. Maka dari itu, sbeiknya wanita hamil dilarang merokok.

  Obat-obatan
Jangan memberikan obat yang tidak perku benar, terutama pada trimesdter pertama dan kedua kehamilan. Ada obat yang teratogenik sehingga dapat meenimbulkan kelainan teratogenig pada janin, misalnya thalidomid, yang sekarang telah dicabut dalam peredaran.

   Kebersihan dan Pakaian
Kebersihan harus selalu dijaga pada masa kehamilan. Mandi  diperlukan untuk kebersihan atau hygiene terutama perawwatan kulit, karena fungsi ekskresi dan keringat bertambah. Dianjurkan menggunakan sabun yang lembut/ringan. Mandi berendam tidak dianjurkan. Baju hendaknya yang longgar dan mudah dipakai. Sepatu atau alas kaki lain dengan tumit tinggi hendaknya jangan dipakai, oleh karena itu tempat titik berat wanita hamil berubah, sehingga mudah tergelincir dan terjatuh.

      Koitus
Bila dalam anamnesa ada abortus sebelum kehamilan yang sekarang, sebaiknya koitus ditunda sampai kehamilan 16 minggu. Pada waktu itu plasenta sudah terbentuk, serta kemungkinan abortus menjadi lebih kecil. Pada umumnya koitus memang diperbolehkan pada kehamilan jika dilakukan dengan hati-hati. Pada akhir kehamilan, jika kepala sudah masuk PAP, koitus sebaiknya dihentikan karena dapat menimbulkan perasaan sakit dan perdarahan.

      Perawatan Gigi
Pada trimester pertama wanita hamil mengalami enek dan muntah (morning sickness). Keadaan ini menyebabkan perawwatan gigi tidak diperhatikan dengan baik, sehingga tumbuh karies, ginggivitis, dan sebagainya. Bila kerusakan gigi ini tidak diperhatikan dengan baik, hal itu dapat mengakibatkan komplikasi, seperti nefritis oleh karena rongga mulut. Misalnya, pulpitis, yang telah menahun, dapat menjadi sarang infeksi yang dapat menyebar kemana-mana. Maka dari itu bila keadaan memungkinkan, tiap hamil harus memeriksakan gignya secara teratur sewaktu hamil.

      Imunisasi
Tiap wanita hamil yang akan berpergian keluar negri dan di dalam negri dibolehkan mengambil bvaksinasi ulangan terhadap cacar, colera dan tifus. Dahulu di indonesia pencacaran merupakan suatu keharusan, maka untuk wanita hamil opencacaran merupakan pencacaran ulang yang tidak membahayakan. Tapi bila ada wabah, maka pencacaran  walaupun untuk pertama kali tetap dilkukan untuk melindungi ibu dan janin. Virus vaksin dapat melewati plasenta dan dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan pada macam-macam alat dan plasenta. Biasanya infeksi transplasenta hanya terjadi pada wanita hamil yang baru pertama kali dicacar. Maka dari itu dianjurkan untuk pencacaran pertama sebaiknya dilakukan sebelum tua kehamilan melewati 20 minggu. Untuk melindungi janin yang akan dilahirkan terhadap tetanus neonatorium dewas ini dianjurkan untuk diberikan toxoid tetanus pada ibu hamil.

      Perawatan Payudara
Perawatan payudara merupakan sumber air susu yang akan menjadi makanan utama bagi bayi, karena itu, jauh sebelumnya harus sudah dirawat. Kutang yang dipakai harus sesuai dengan besarnya payudara, yang sifatnya harus menyokong payudara dari bawah, bukan menekan dari depan. Dua bulan sekali dilakukan massage, kolostrum dikeluarkan untuk mencegah putingg susu kering dan mudah pecah, maka putting susu dab aerola payudara dirawat baik-baik dengan cara dibersihkan menggunakan air sabun atau biocream bila putingg sus masuk kedalam perbaiki dengan cara menarik-narik keluar.

       Posisi Meneran
Seorang bidan hendaknya membiarkan ibu bersalin atau melahitkan memilih posisi melahirkan yang diinginkan dan bukan berdasarkan keinginkan bidanya sendiri. Dengan kebebasan untuk menentukan posisi yang dipilihnya, ibu akan merasa aman.
Berdasarkan penelitian pilihan posisi berdasarkan keinginan ibu :
·      Memberi banyak manfaat
·      Sedikit rasa sakit dan ketidaknyamanan
·      Kala II persalinan dapat menjadi lebih sedikit
·      Lebih membantu dalam meneran
·      Nilai APGAR lebih baik.

Posisi untuk meneran :
·           Posisi berjongkok, berlutut, merangkak
·           Posisi jongkok/ setengah jongkok
·           Posisi merangkak
·           Posisi mereng ke samping
·           Posisi berdiri
     Cara Mengedan
Mengedan baru boleh dilakukan setelah pembukaan lengkap, yaitu mulut rahim sudah membuka kira-kira 10 cm. Jika para calon ibu mengedan sebelum pembukaan lengkap, bisa-bisa mulut rahim pembengkakan dan bisa menghambat proses pembukaan dan berujung pada lamanya proses persalinan. Juga agar ibu tidak tidak kehabisan tenaga karena tidak kelelahan pada waktu tiba sebenarnya untuk waktu para ibu harus menarik nafas panjang untuk menghindari rasa ingin mengedan dan mengurangi rasa nyeri kontraksi.

2.7. Pemeriksaan Kehamilan (ANC)
          ANC adalah pemeriksaan / pengawasan antenatal adalah periksaan kehamilan untuk   mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga, mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapkan pemberian ASI, dan kehamilan kesehatan reproduksi secara wajar.
          Tujuan utama ANC adalah menurunkan/ mencegahan kesakitan dan kematian maternal dan perinatal.
Sedang tujuan Khusus ANC adalah:
1.    Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tubuh kembang bayi
2.    Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental dan sosial ibu
3.    Mengenal secara dini adanya, ketidak normalan, komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil termasuk riwayat penyakit secara, umum, kebidanan, dan pembedahan.
4.    Mempersiapkan kehamilan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu dan bayinya dengan trauma semenimal mungkin
5.    Mempersiapkan ibu agar semasa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
6.    Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima, kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara optimal.
a.    Kunjungan ANC sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan yaitu :
                                                                                 i.     Satu kali pada trimester 1
                                                                               ii.     Satu kali pada trimester II
                                                                             iii.     Dua kali pada trimester III

1.                        Pemeriksaan pertama, dilakukan segera setelah ketahui terlambat haid, Kunjungan ANC yang saint adalah:
-  setiap bulan sampai kehamilan 28 munggu
-  setiap 2 minggu sampai umur kehamilan 32 minggu
-  setiap 1 minggu sejak kehamiilan 32 minggu sampai terjadi kehamilan.
-  pemeriksaan khusus jika ada keluhan tertentu
2.               Pelayanan Asuhan Standar Minimal “7T”
3.         Timbang berat badan
b.        Tekanan darah
c.         Tinggu fundus uteri (TFU)
d.        TT lengkap imunisasi
e.         Tablet Fe minimal 90 paper selama kehamilan
f.         Tengok / periksa ibu hamil dari ujung rambut sampai ujung kaki
7. Tanya (temu wicara) dalam rangka persiapan rujukan

2.7.1 Standar Pelayanan Ante Natal Care (ANC)
Standar 1 : Metode Asuahan,
                              Asuahan kebidanan dilakukan dengan metode manajamen, kebidanan dengan langkah : Pengumpulan data dan analisis data, penentuan diagnosa perencananevaluasi dan dokumentasi.
Standar 2: Pengkajian
                             Pengumpulan data tentang status kesehatan klien di lakukan sacara sistematis berkisinambungan. Data yang dioeroleh dicatat dan dianalisis.
Standar 3 : Identifikasi ibu hamil
                             Bidan memlakukan kunjungan rumah dan berintraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotipasi ibu , suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan teratur.
Standar 4 : Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal
                              Bidan memeberi sedikitnya 4x pelayanan antenatal. Pemeriksaan meliputi anamnesis dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah pembengkakan berlangsung normal. Bidan juga harus mengenal kehamilan risti/ kelainan, khususnya anemia, kurang gizi, hipertensi, PMS, (Penyakit Menular Seksual) / infeksi HIV (Human Imumuno Deficiency Virus) ; memberikan pelayanan imunisasi , nasehat dan penyuluhan kesehatan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas, mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. Bila ditemukan kelainan, mereka harus mampu megambil tindakan yang diperlikan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya.
Standar 5 : Palpasi Abdomenal
                                Bidan melakukan pemeriksaan abdomenal secara seksama dan melakukan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk pemeriksaan usia kehamilan; serta bila umur kehamilan bertambah memeriksa posisi, bagian terendah janin kedalam rongga panggul, untuk mencari kelainan, serta melakukan rujukan tetap waktu.

Standar 6 : Pengelolaan Anemia pada Kehamilan
                              Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan / atau rujukan semua khasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Standar 7 : Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan
                                Bidana menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda serta gejala preeklamsi lainnya, serta mengambil tindakan  yang tepat dan merujuknya.
 Standar 8 : Pemeriksaan Persalinan
                              Bidan memberipat kepadakan saran yang tepat pada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester ke tiga, untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman  suasana yang menyengkan akan direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk, bila tiba-tiba terjadi keadaan gawat darurat, Bidan hendaknya melakukan kunjungan rumah untuk hal ini.
2.7.2 Penatalaksanaa Ante Natal Care (ANC)
Timbang berat badan
       Ukuran berat badan kg tanpa sepatu dan memakai yang seringan-ringannya. Berat badan kurang dari 45 kg pada trimester III dinyatakan ibu kurus kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Ukur tekanan darah.
Ukur (Tinggi) Fundus Uteri
      Pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan; serta bila umur kehamilan bertambah, memeriksa posisi, bagian terendah janin dan masuknya kepala janin kedalam rongga panggul, untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu.
Pemberian imunisasi TT lengkap
Untuk mencegah tetanus neonatorum,
2.7.3 Kunjungan Antenatal Care
   Kunjungan antenatal sebauknya di lakukan 4 kali selama kehamilan (Saifuddin,2006) yaitu:
1.  Satu kali trimester pertama ( usia kehamilan 0 – 13 minggu )
2.  Satu kali trimester kedua ( usia kehamilan 14 – 27 minggu )
3.  Dua kali trimester ke tiga ( usia kehamilan 28 – 40 minggu )

2.7.4 Kriteria Keteraturan ANC
a. Pemeriksaan kehamilan dilakukan berulang-ulang dengan ketentuan sebagai berikut:
·         Pemeriksaan pertama kali yng ideal sedini mungkin ketika haid nya terlambat satu bulan
·         Periksa ulang 1 x sebelum sampai kehamilan 7 bulan
·         Periksa ulang 2 x sebulan sampai kehamilan 9 bulan
·         Pemeriksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan
·         Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan
b.      Berdasarkan keterangan di atas dapat di simpulkan bahwa, ibu hamil secara ideal melaksanakan perawatan kehamilan maksimal 13-15 kali. Dan minimal 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester 1, 1 kali pada trimester II dan dua kali pada trimester III, Namun jika terdapatt kelainana dalam kehamilannya, maka frekuensi pemeriksaan di sesuaikan menurut kebutuhan masing-masing sehingga dapat di simpulkan bahwa dikatakan teratur juka ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan >4 kali kunjungan, kurang teratur : pemeriksaan kehamilan 2-3 kali kunjungan dan tidak teratur jika ibu hamil hanya melakukan pemeriksaan kehamilan < 2 kali kinjungan.

2.7.5. factor – factor yang mempengaaruhi pemeriksaan kehamilan

1.      Pengetahuan
              Merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. ( notoadmodjho, 2007 )
              Penngindraan terjadi melalui panca indra manusia, yakni : indra pengelihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan rada. Sebagian beser pengetahuan manusia dipengetahui melalui mata dan tenglia. ( notoadmodjho, 2007 )

2.      Paritas
              Faktor lain yang mempengaruhi pemeriksaan kehamilan adalah paritas. Paritas adalah keadaan kelahiran ( partus ) atau jumlah anak yang dilahirkan baik lahir hidup, lahir mati, maupun abortus sampai saat hamil terakhir.( oxoran, 2010 )



3.      Umur
              Merupakan usia individu terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun. ( mariam 2012 )
Usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20 -30 tahun kematian meternal pada wanita hamil dan melahirkan pada usia dibawah 20 tahun ternyata 2 – 5 kali, lebih tinggi dari pada kematian maternal meningkat kembali sesudah usia 30 – 35 tahu. ( sarwono 2008 ).


4.      Pendidikan
              Secara umum adalah suatu upaya yang direncanakan untuk mengetahui orang lain dari individu, kelompok atau masyarakat sehingga mereka melakukan yang di harapkan pelaku pendidikan. ( notoadmodjho 2010 )

5.      Pekerjaan
              Adalah kegiatan rutin yang dilakukan dalam pertukaran untuk memperoleh pembayaran / upah / gaji ( notoadmodjho 2010 ).

6.      Social ekonomi
              Setatus ekonomi adalah kedudukan seseorang atau keluarga dimasyarakat berdasarkan pendapatan perbulan.tingkat social ekonomi terbukti saangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil. ( notoadmodjho 2010 ).

2.7.6. Dampak Ibu Hamil Tidak ANC
1.      Tidak terdeteksinya kelainan-kelainan kehamilan
2.      Meningkatkan angka mortalitas dan mortabilitas ibu
3.      kelaianan fisik yang terjadi pada saat persalaman tidak dapat     dideteksi secara dini.















BAB III
TINJAUAN KASUS
Pengkajian dilakukan oleh mahasisiwi D3 kebidanan BudiI Mulia Palembang pada tanggal 03 agustus 2015.
Tanggal Pengkajian     : 03-08-2015
Waktu Pengkajian       : 05:45 WIB
 No. Rekam Medik     : 11-90-64
A.    DATA SUBJEKTIF      
I. Identitas
Nama Pasien :Ny. H                                Nama Suami   :  Tn. M
Umur             : 23 tahun                          Umur              :  24 tahun
Suku/Bangsa : Indonesia                         Suku/Bangsa  : Indonesia
Agama          : Islam                                Agama            : Islam
Pendidikan    : SMA                                Pendidikan      : SMA
Pekerjaan      : Ibu Rumah Tangga          Pekerjaan         : wiraswasta   
Alamat          : jl.super semar lr. Sekar
    Rt. 10 rw 11 km. 05                    
II. Keluhan Utama
Ibu datang ke klinik budi mulia medika mengaku hamil 7 bulan anak pertama, ibu mengaku sering buang air kecel dan sedikit pusing.

III.  Data Kebidanan
a.       Riwayat Perkawinan
Status Perkawinan : Kawin               : Ya
    Berapa kali        : 1x, Lamanya : 7 tahun
          Usia pertama kawin                   : 21 Tahun
b.         Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu
No
Tgl.
Partus
Tempat
Partus
Umur
Kehamilan
Jenis
Persalinan
Penolong
Penyulit
Jenis
Kelamin
berat Anak
Kket
1






Ini














c.    Riwayat Kehamilan Sekarang
-                                            GPA                        : G1P0A0
-              HPHT                      : 03-01-2015
-              TP                            : 10-10-2015
-              ANC                        : 6x       kali, di: Bidan
-              Usia Kehamilan       : 40 Minggu
-              Imunisasi TT             :  2x     kali, di: Bidan
-              Keluhan Umum       : sering BAk dan pusing


d.        Riwayat KB
Pernah mendengar tentang KB                    : Pernah
Pernah menjadi akseptor KB                        : Pernah
Alat kontrasepsi yang pernah dipakai           : KB suntik 3 bulan
Alasan berhenti menjadi akseptor                  : Ingin mempunyai anak lagi
III.             Riwayat Kesehatan
a.       Riwayat Kesehatan Keluarga
-    Keturunan Kembar                         : Tidak ada
-    Penyakit Menular / Keturunan        : Tidak ada
-    Lain-lain, jelaskan                           : -
b.      Riwayat Kesehatan yang lalu            
-    Penyakit Menular / Keturunan        : Tidak ada
IV.             Riwayat Kebiasaan Sehari-hari
1.      Nutrisi
-    Makan                     : 3 x sehari
-    Porsi / Jumlah         : Sedang/ 1 piring nasi,lauk,sayur
-    Minum                   : ± 8 Gelas/ hari
-    Keluhan                  : Tidak ada
-    Pantangan               :  Tidak ada
2.      Eliminasi
a.       BAK
-       Frekuensi     :+10 x sehari
-       Sifat / bau    :  tidak berbau
-       Warna          : Kuning jernih
b.      BAB
-       Frekuensi       : ± 1 x sehari
-       Sifat               : Padat
-       Jumlah           : Normal
-       Warna            : Kuning Kecoklatan
3.      Aktivitas
a.       Istirahat                                        
-       Tidur Siang                            : ± 1jam sehari
-       Tidur Malam              : ±7 jam sehari
b.      Olahraga yang sering dilakukan    :  Jalan pagi
4.      Seksualitas                              :  + 2 x seminggu
5.      Personal hygiene
-       Mandi                        : 2 x sehari
-       Sikat Gigi                  : 2 x sehari
-       Ganti Pakaian Dalam : Sehabis mandi dan bila lembab
V.                Data Psikososial Spiritual
1.      Komunikasi                             : Lancar
2.      Keadaan Emosional                : Baik
3.      Hubungan dengan keluarga    : Baik
4.      Hubungan dengan orang lain  : Baik
5.      Proses berfikir                         : Terarah
6.      Ibadah / Spiritual                    : Taat
7.      Respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan            : Senang
8.      Pengambilan keputusan dalam keluarga                     : Suami
9.      Beban kerja kegiatan sehari-hari                                 : IRT
10.  Tempat dan petugas yang diinginkan untuk bersalin  :RS & Bidan
B.     DATA OBJEKTIF        
a.       Pemeriksaan Fisik
1.      Keadaan Umum                : cemas
2.      Kesadaran                         : Composmentis
3.      Tanda Vital
Tekanan Darah                 : 120/80 mmHg
Nadi                                 : 80 x/mnt
Temperatur                       : 36,5 0 C
Pernafasan                      : 24 x/mnt
4.      Status Gizi                       
-       Berat badan sebelum hamil               : 50 Kg
-       Berat badan saat hamil                      : 65 Kg
-       Tinggi badan                                     : 155 cm
-       Lingkar lengan atas                           : 25 cm
b.      Pemeriksaan Obstetri
1.      Inspeksi
a.       Kepala                       : Simetris,
-    Rambut        : Tidak rontok
-    Kebersihan  : Tidak ada ketombe
Wajah                        : Tidak pucat, ,tidak ada cloasma
-          Konjungtiva      : Merah muda
-          Sklera                : Putih
-          Mulut dan Gigi : Bersih, tidak ada caries
-          Lidah                : Bersih
b.      Leher                         :Tidak ada pembengkakan kelenjar      tyroid,limfe  dan vena juguralis
c.       Dada
-       Tarikan                 : Tidak ada
-       Bentuk                  : Simetris
-       Mammae               : Tidak ada benjolan
-       Puting susu           : Menonjol
-       Areola mammae   : Hiperpigmentasi
-       Colostrum                         : Belum keluar
-       Pembesaran mammae       : Simetris
d.      Abdomen
-       Pembesaran perut             : TFU 2 jari di atas pusat ( 26 cm )
-       Linea                                : Nigra
-       Striae                                : -
-       Bekas luka operasi            : Tidak ada



e.      Genetalia Eksterna
 Labia mayora / minora                        : tidak ada pembengkakan                 Pembengkakan kelenjar bartholini         : Tidak ada
Pengeluaran vagina
-          Jenis secret                        : Lendir bercampur darah
-          Bau                                    : Amis
f.       Jumlah                                     : Sedikit
g.      Ekstremitas                             : Simetris
-Atas
    Oedema                               : Ada
     Pergerakan                          : (+) Baik
-Bawah
     Oedema                              : Ada
      Pergerakan                         : (+) Baik
h.      Lain-lain ,jelaskan                   : Tidak ada kelainan
2.      Palpasi
Leopold I                         : 2 jari diatas pusat di fundus teraba bokong bayi
Leopold II                        : Bagian terbesar (punggung) berada disebelah kiri ibu dan bagian terkecil (ekstremitas) berada disebelah kanan ibu.
Leopold III                     : presentasi kepala
Leopold IV                      : belum masuk PAP
TBJ                                   : (26 – 12 )x155=2170 gram.

3.      Auskultasi
-      DJJ                             : Positif
-      Lokasi DJJ                 : 3jr dibawah pusat sebelah kanan ibu
-      Frekuensi DJJ            : 146 x/m
-      Bising usus                : Positif
4.      Perkusi
Refleks Patella ka / ki       : +/+

C.                       PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.      Permeriksaan Lab
-          Darah               : O                                            
-          HB                  : 10,2 gr%
-          Urine                 
§ Protein           : (-)
§ Glukosa         : (-)
D.                   ANALISA DATA                   
Diagnosa                          : G1P0A0 hamil 28 minggu JTH Preskep
Masalah                            : mengaku sering buang air kecel dan
                                           sedikit pusing.
Kebutuhan                       :-Memberi informasi hasil pemeriksaan ibu
                                          Memberi informasi fisiologi kehamilan
                                          Memberi informasi tentang nutrisi
                                        Memberi informasi personal higine
                                        Memberi informasi tanda bahaya kehamilan
Diagnosa Potensial          : tidak ada
Tindakan segera               :-

E.     PLANNING
1.        Memberi informasi tentang hasil pemeriksaan ibu, bahwa dalam keadaan baik  yaitu
TD :120/80 mmHg
RR:24x/m
Nadi :80x/m
Temp: 36’5 c
-ibu sangat senang dengan hasil pemeriksaan
2. menjelaskan kepada ibu dan keluarga tentang keluhan ibu sering BAK, akibat rahim yang sudah membesar sesuai dengan usia kehamilan yang bertambah sehingga kandung kemih tertekan oleh rahim sehinngga ibu sering BAK, anjurkan kepada ibu untuk miring ke kiri saat tidur, untuk mengurangi rasa ingin BAK
- ibu dan keluarga mengerti dengan penjelasan bidan
3. menganjurkan kepada ibu untuk mengonsumsi makanan yang bergizi yang mengandung karbohidrat, proteil, kalsium,seperti nasi, sayur-sayur hijau, lauk pauk, dan lain lain, untuk proses pembentukan ASI agar lebih lancar dan perkembangan bayi yang sempurna.
4. menganjurkan kepada ibu untuk menjaga kebersihan genetalia, dengan menganti pakaian dalam jika terasa lembab atau basah, agar tidak infeksi dengan keputihan dan gatal-gatal.
- ibu mengerti  dengan penjelasan bidan
5.  menjelaskan kepada ibu dan keluarga tentang tanda bahaya kehamilan
  1. Pendarahan pada hamil muda maupun pada hamil tua
  2. Sakit Kepala yang hebat
  3. Penglihatan Kabur
  4. Bengkak pada wajah, kaki dan tangan
  5. Gerakan Janin Berkurang
  6. Nyeri perut yang hebat
-    Ibu dan keluarga mengerti dengan penjelasan bidan


-








BAB IV
PEMBAHASAN
Setelah melakukan pengkajian pada Ny “H” hamil aterm dengan preeklamsi ringan. menurut informasi yang kami dapat dari pasien bahwa Ny “ H” G3P2A0 hamil 40 minggu pada tanggal 03 agustus 2015 pukul 05.00 WIB didapatkan hasil data subjektif bahwa Ny “ H” umur 23 tahun, pekerjaan ibu rumah tangga,pendidikan SMA, Agama Islam  dan beralamat di Sungsang.Dari data objektif didapatkan hasil pemeriksaan umum yaitu kesadaran composmetis, Ku ibu : Baik, TD : 120/80 mmHg N : 80 x/m, RR: 24x/m,Suhu: 36,5oc,
Sedangkan dari hasil pemeriksaan sistematis muka normal, mata conjungtiva tidak pucat, skelera tidak kuning, palpebra tidak cekung. Hasil pemeriksaan mamae membesar, tidak ada tumor, simetris kanan dan kiri, aerola hyperpigmentasi, puting susu menonjol, kolostrum belum keluar, axilla tidak ada tumor dan nyeri tekan, ekstremitas tungkai simetris kanan dan kiri, tidak ada varices, oedema negatif kanan dan kiri dan refleks pattela positif kanan dan kiri. Pemeriksaan khusus obstetric didapatkan inspeksi abdomen membesar dengan arah memanjang dan tidak ada pelebaran vena, striae tidak ada, linea nigra.
Pada pemeriksaan palpasi didapatkan Leopold 1: TFU 2 jari diatas pusat    ( 26 cm)  Leopold II : didapatkan Bagian kiri perut ibu teraba keras, memanjang, datar (punggung) dan bagian kanan ibu teraba bagian-bagian kecil janin,
Leopold III: Bagian bawah uterus teraba bulat, keras dan melenting (kepala), Leopold IV : Bagian terbawah janin belum  masuk PAP. Pada pemeriksaan Auskultrasi Djj (+) Frekuensi 145x/menit,sifat teratur, lokasi di bawah pusat sebelah kiri perut ibu.pada pemeriksaan ano genital tidak dilakukan, pemeriksaan laboratorium Hb dan urin reduksi tidak dilakukan, protein urin (-).
Berdasarkan hasil pengkajian dan hasil pemeriksaan didapatkan diagnosa yaitu ibu G1P0A0 hamil 28 minggu, Janin tunggal hidup intra uterin presentasi kepala. Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama, dan tidak pernah keguguran, HPHT 03-01-2015, TD 120/80 mmHg dan hasil pemeriksaan protein urin (-), DJJ terdengar jelas disatu titik frekuensi 146x/menit, leopold III teraba bulat, keras, melenting (kepala). Masalah sering BAK dan merasa pusing, masalah tidak ada tindakan segera tidak ada.









BAB V
PENUTUP
5.1.Kesimpulan
Untuk membantu seorang ibu melalui kehamilan dan persalinan yang sehat, bidan harus :
1.    Membantu ibu dan keluarganya untuk memopersiapkan kelahiran dan kegawatdaruratan yang mungkin terjadi.
2.    Mendeteksi dan mengobati komplikasi – komplikasi yang timbul selama kehamilan, baik yang bersipat medis, bedah atau obstetric.
3.    Memeliharah peningkatan fisik, mental dan social ibu serta bayi dengan memberikan pendidikan dan suplemen imunisasi.
4.    Membantu mempersiapkan ibu menyesuaikan melalui masa nifas yang normal, serta menjaga kesehatan anak secara fisik, psikologi dan social.
5.2.   Saran
5.2.1. Bagi Pendidikan
Diharapkan makalah ini dapat menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa Jurusan Kebidanan Budi Mulia Palembang dalam melaksanakan asuhan kebidana pada ibu hamil sesuai teori maupun praktik.

5.2.2. Bagi mahasiswa
1.   Diharapkan mahasiswa mampu dalam melakukan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil sesuai teori dan metode yang telah ditentukan.
2.   Diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan keterampilan dalam melaksanakan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil terhadap pasien.

5.2.3.      Bagi Klinik Bdi Mulia Medika
Diharapkan agar kualitas pelayanan di Klinik Budi Mulia Medika dapat di pertahankan dan lebih meningkatkan  mutu pelayanan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil
.
5.2.4.      Bagi Pasien
Ibu diharapkan dapat merawat dirinya sendiri khusus nya tentang kebersihan payudara, mengharapkan agar ibu untuk dapat  melakukan kunjungan ulang 1 bulan yang akan datang.

 





 

DAFTAR PUSTAKA


Benson.C, Ralph.2008.Obstetri dan Ginekologi.Jakarta:EGC

JNPK-KR.2008.Pelatihan Klinis Asuhan kehamilan Normal.

Manuaba, 2009.Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Edisi 2. Jakarta: EGC

Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.

Profil Kesehatan Kota Palembang Tahun 2010

Asrina dkk. 2010 asuhan kebidanan masa kehamilan. Yogyakarta:graha ilmu 
Dewi dkk. 2012 asuhan kehamilan untuk kebidanan. Jakarta: salemba medika
Hani,umi dkk.2010. asuhan kebidanan pada kehamilan fisiologi. Jakarta: salemba medika
Arsita. 2012.faktor-faktor yang mempengaruhi risiko tinggi kehamilan dengan kepatuhan kunjungan kehamilan di puskesmas cepogo kabupaten boyolali tahun 2012. KTI fakultas ilmu kesehatan masyarakat universitas muhammadiyah Surakarta. http://etd.eprints.ums.ac.id, diakses tanggal 08 agustus 2015
Depkes RI. 2009. Profil kesehatan Indonesia tahun 2009, http://www.depkes.go.id,diakses tanggal 08 agustus 2015
Depdiknas. 2007.definisi pendidikan http://respository.usu.ac.id/bitsteam diakses tanggal 08 agustus 2015
Irnawati. 2011. Janin dan kandungan. www. Fik. Unissula.ac.id, diakses tanggal 08 agustus 2015
Kartono. 2006.definisi ekonomi. http://www.kartono.blogspot.com, diakses tanggal 08 agustus 2015
Notoadmodjo.2007.promosi kesehatan dan seni. Jakarta: rineka cipta
Sarwono, prawirihardjo.2012. ilmu kebidanan. Jakarta : PT Bina pustaka
Putrid,anike mardani. 2012. 7T, 10T, 14T dalam pemeriksaan kehamilan http://www.anikeputrimardani.blogspot.com,diakses tanggal 08 agustus 2015
Wiwit. 2011. Pengertian pekerjaan. http://id.shvoong.com, diakses tanggal 08 agustus 2015



 
  selamat membaca.
semoga bermanfaat...
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar