MAKALAH
PEMERIKSAAN IBU HAMIL

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK V
1.Rusdiana 8.
Tessa Claramitha
2.
Siti Arjuna 9. Tri Sukma A
3.
Siti Ma’rivatun 10. Umianti Setia N
4.
Sri Mahdalena 11. Wa’is Al Khorni
5.
Sri Utami 12. Yesi Febriyani
6.
Sulastri 13. Zaleha
7.
Susi Susanti
YAYASAN
BUDI MULIA SRIWIJAYA
AKADEMI
KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG
TAHUN
AKADEMIK 2014/2015
Puji syukur
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah seminar praktik klinik kebidanan dengan
judul “Pemeriksaan Ibu Hamil”
Dalam proses pembuatan laporan ini,
penulis banyak mendapat bimbingan dari beberapa pihak,dalam kesepakatan ini
penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1.
Seluruh Dosen Pengajar dan staf Akademi
Kebidanan Budi Mulia Palembang.
2.
Semua pihak yang membantu dalam
penyelesaian Makalah Seminar Praktik Klinik ini dapat penulis selesaikan.
3.
Teman-teman se-almamater Akademi
Kebidanan Budi Mulia Palembang, yang telah ikut membantu kami dalam
menyelesaikan makalah ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam Penyusunan
makalah ini penulis menyadari masih sangat banyak kekurangan, untuk itu penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat mendidik dan membangun guna
kemajuan yang lebih baik pada makalah-maklah berikutnya. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi kita semua.
Palembang, April 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................... i
DAFTAR ISI .............................................................................................. ...........ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... ..1
1.1 Latar Belakang.............................................................................................. 1
1.2 Tujuan Penulisan........................................................................................... 2
1.2.1 Tujuan
Umum………………………………………………………...2
1.2.2 Tujuan
Khusus………………………………………………………..2
1.3 Manfaat Penulisan......................................................................................... 3
1.3.1 Bagi Penulis…………………………………………………………..3
1.3.2 Bagi
Institusi Pendidikan…………………………………………….3
1.3.3 Bagi Klien dan Keluarga……………………………………………..3
1.3.4 Bagi Lahan Praktik…………………………………………………..3
1.3.5 Bagi Masyarakat……………………………………………………..3
BAB II TINJAUAN TEORITIS ……………………………………………….4
2.1
Definisi…………………………………………………………………….4
2.2 Diagnosa
Kehamilan……………………………………………………….5
2.2.1 Tanda Dugaan
Hamil………………………………………………...5
2.2.2 Tanda Kemungkinan Hamil………………………………………….6
2.2.3 Tanda Pasti Hamil……………………………………………………6
2.3 Tahap Perubahan dan
Perkembangan Janin, serta Perubahan Maternal…..6
2.3.1 Perubahan dan
Perkembangan Janin………………………………...6
2.3.2 Perubahan Terhadap
Maternal………………………………………9
2.4 Perubahan Psikologis Pada Ibu
Hamil……………………………………10
2.5 Tanda Bahaya Kehamilan………………………………………………..11
2.6 Nasihat-Nasihat Untuk Ibu
Hamil………………………………………..14
2.7 Pemeriksaan Kehamilan ( ANC )…………………………………………18
2.7.1 Standar Antenatal Care
(ANC)……………………………………..20
2.7.2 Penatalaksanaan antenatal care (ANC)………………………….....22
2.7.3 Kunjungan antenatal care
(ANC)………………………………..…23
2.7.4 Kriteria Keteraturan ANC………………………………………….23
2.7.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemeriksaan
Kehamilan………24
2.7.6 Dampak Ibu Hamil Tidak ANC…………………………………….26
BAB III TINJAUAN
KASUS…………………………………………………..27
BAB IV PEMBAHASAN .................................................................................. 37
BAB V
PENUTUP………………………………………………………………39
5.1 Kesimpulan
................................................................................................ 39
5.2 Saran .......................................................................................................... 39
5.2.1 Bagi Pendidikan................................................................................ 39
5.2.2 Bagi
Mahasiswa…………………………………………………….39
5.2.3 Bagi Klinik Budi Mulia
Medika……………………………………40
5.2.4 Bagi
Pasien…………………………………………………………40
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 41
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kehamilan
adalah peristiwa alamiah, yang akan dialami oleh seluruh ibu yang mengharapkan
anak. Namun demikian setiap kehamilan perlu perhatian khusus, untuk mencegah
dan mengetahui penyakit-penyakit yang dijumpai pada persalinan, baik penyakit
komplikasi dan lain-lain.
Pada umumnya
kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kehamilan sesuai dengan
yang diharapkan. Oleh karena itu pelayanan antenatal care merupakan cara
penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil dan mendeteksi adanya
kehamilan resiko tinggi. Dengan adanya antenatal care sebagai deteksi dini
adanya kehamilan yang beresiko tinngi sebagai salah satu penyebab kematian ibu
hamil, sehingga antenatal care diharapkan dapat mengurangi angka kematian ibu.
Ibu hamil
tersebut harus sering dikunjungi jika terdapat masalah dan hendaknya disarankan
untuk menemui petugas kesehatan bila merasakan tanda-tanda kehamilan. Untuk itu
ibu hamil terutama trimester ini untuk lebih sering memeriksakan diri sejak
dini dengan tujuan untuk mengurangi penyulit saat inpartu.
Untuk itulah
tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan obstetrik dan neonatal,
khususnya bidan harus mampu dan teerampil memeberikan pelayanan sesuai dengan
standart yang diterapkan.
1.2. Tujuan Penulisan
1.2.1. Tujuan Umum
Untuk
menyelesaikan tugas makalah yang diberikan dan untuk melaksanakan asuhan
kebidanan langsung kepada pasien secara optimal dan mental ibu dan anak selama
dalam kehamilan, persalinan, sehingga didapat ibu dan anak yang sehat.
1.2.2. Tujuan Khusus
Menetapkan dan mengembangkan pola
pikir secara ilmiah kedalam proses asuhan kebidanan serta mendapatkan
pengalaman alam melaksanakan asuhan kebidanan penulis diharapkan mampu :
1. Melaksanakan
pengkajian data.
2.
Mengidentifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan.
3. Menentukan
antisispasi masalah potensial.
4.
Mengidentifikasi kebutuhan segera
5. Menyusun
rencana asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah.
6. Melaksanakan
rencana asuhan dengan masalah.
7.Mengevaluasi
keefektifan asuhan kebidanan yang telah dilaksanakan.
1.3. Manfaat Penulisan
1.3.1. Bagi Penulis
Dapat
menerapkan ilmu yang telah diperoleh serta mendapatkan pengalaman dalam
melaksanakan asuhan kebidanan secara langsung pada ibu sehingga dapat digunakan
sebagai berkas penulis didalam melaksanakan tugas sebagai bidan.
1.3.2. Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai tambahan sumber kepustakaan
dan perbandingan pada aasuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis.
1.3.3. Bagi Klien dan Keluarga
Agar klien mengetahui dan memahami
perubahan fisiologis yang terjadi pada kehamilan secara fisiologis maupun
psikologis serta masalah pada kehamilan sehingga timbul kesadaran bagi klien
untuk memperhatikan kehamilannya.
1.3.4. Bagi lahan Praktek
Hasil penulisan dapat memberikan
masukan terhadap tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan
bagi masyarakat dan selalu menjaga mutu pelayanan.
1.3.5. Bagi Masyarakat
Merupakan informasi kepada
masyarakat tentang perubahan fisiologi yang terjadi pada kehamilan baik secara
biologis dan psikologis serta masalah pada kehamilan.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1.
Definisi
Pada umumnya kehamilan berkembang secara
normal dan mengshasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir,
namun ini tidak sesuai dengan yang diinginkan. Sulit sekali diketahui
sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah, oleh karena itu asuhan
antenatal merupakan cara penting untuk memperhatikan ibu dan kehamilannya.
Kehamilan dan persalinan merupakan
proses alamiah (normal) dan bukan patologis. Tetapi kondisi normal dapat
menjadi patologis/abnormal. Masa hamil berlangsung 280 hari atau 40 minggu.
Setiap perempuan berkepribadian unik dan kehamilan unik pula, dimana terdiri
atas Bio, Psikologis, Social, yang berbeda pula, sehingga dalam memperlakukan
pasien satu dengan yang lainnya juga berbeda dan tidak boleh disamakan.
Kehamilan adalah proses yang diawali
dengan keluarnya sel telur matang pada saluran telur yang kemudian bertemu
dengan sperma, lalu keduanya menyatu membentuk sel yang akan tumbuh. Menurut
BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional).
masa kehamilan pada wanita hamil
dimulai dan konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya kehamilan normal 280 hari
dihitung dari hari pertamahaid terakhir. Menurut Hanifa 2012.
Ditinjau dari tuanya kehamilan,
kehamilan dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
1. Kehamilan triwulan pertama
(antara 0 sampai 12 minggu).
2. Kehamilan triwulan kedua
(antara 12 sampai 28 minggu).
3. Kehamilan
triwulan ketiga/terakhir (antara 28 sampai 40 minggu).
Dimana setiap
trimester memiliki ciri khas tertentu. Dikatakan masa kehamilan dimulai dari
masa konsepsi, pertemuan sel sperma dan sel telur, pembuahan, nidasi, sampai
membentuk janin dan terbentuknya seluruh tubuh janin sehingga saatnya
melahirkan.
Pada masa hamil
lah terjadinya banyak perubahan pada tubuh ibu misalnya, rahim membesar karna
pertumbuhan janin yang semakin berkembang. Dinding perut semakin melebah
mengikuti pertumbuhan janin, payudara membesar dan tenggang karena produksi
ASI.
Kehamilan yang
sehat akan menghasilkan bayi yang sehat, dan ibu melahirkan selamat.
2.2. Diagnosa Kehamilan
Kehamilan ditegakkan berdasarkan :
gejala dan tanda tertentu yang diperoleh melalui riwayat dan ditemukan pada
pemeriksaan serta hasil laboratorium.
2.2.1. Tanda Dugaan Hamil
a) Amenorea (tidak datng
haid).
b) Payudara tegang
c) Mengidam (ingin makanan
khusus)
d) Mual muntah pagi hari (morning
sickness)
e) Hipersalivasi
f) Konstipasi
g) Pigmentasi kulit
2.2.2. Tanda Kemungkinan Hamil
a) Pembesaran rahim dan
perut
b) Pada pemeriksaan
dijumpai
−
Tanda hegar
−
Tanda chadwik
−
Tanda discasek
−
Teraba ballotement
c) Reaksi pemeriksaan
kehamilan positif
2.2.3. Tanda Pasti Hamil
a) Gerakan janin dalam
rahim terasa, dan teraba bagian janin.
b) Pemeriksaan USG
c) Terdenagr denyut jantung
janin.
2.3. Tahap Perubahan dan Perkembangan Janin,
Serta Perubahan Terhadap Maternal
2.3.1. Perubahan dan Perkembangan Janin
·
0-4 Minggu
Pada minggu-minggu awal ini, janin memiliki panjang tubuh
kurang lebih 2 mm. Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal
otak, sum sum tulanh belakang yang masih sederhana, dan tanda- tanda wajah yang
akan terbentuk.
·
4-8 Minggu
Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 4 minggu,
jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk.
Muncul tulangh-tulang belakang wajah, mata, kaki dan tangan.
·
8-12 Minggu
Saat memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama
janin telah terbentuk. Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya,
sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Dan memilliki
dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai diliputi
cairan ketuban dan dapt melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut.
Organ-organ utama janin kini telah terbentuk.
·
12-16 Minggu
Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya
apat didengarkan melalui ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat menunjukan
ekspresi tertentu dan mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kemudia janin sudah
mulai dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnay muali tumbuh kasar
dan berwarna.
·
16-20 Minggu
Janin mulai bereaksi terhadap suara ibunya. Akar-akar
gigi tetap telah muncul dibelakang gigi susu. Tubuhnya ditumbuhi rambut halus
yang disebut lanugo. Janin bisa menghisap jempol dan bereaksi terhadap suara
ibunya. Ujung-ujung indra pengecap mulai berkembang dan bisa membedakan rasa
manis dan pahit dan sidik jari mulai tampak.
·
20-24 Minggu
Pada sat ini ternyata besar tubuh janin mulai sebanding
dengan badanya. Alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya muli terbuka,
dan mulai melakukan gerakan pernafassan. Pusat-pusat tulangntya pun mulai
mengeras. Selain itu, Kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.
·
24-28 Minngu
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan
dikulit kepalanya rambut mulai bertumbuhan, kelompok matanya membuka, dan
otaknya mulai aktif. Janin dapat mendengar, baik suara dari dalam maupun dari
luar (lingkungan). Janin dapat menegnali suara ibunya dan detak jantungnya
bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan pada masa ini
merupakan masa-mas bagi sang janin mempersiapkan dirinmenghadapi hari
kelahirannya.
·
28-36 Minggu
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karna beratnya
yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat
cahaya melalui dinding perut ibunya, kepalanya sudah mulai mengarah ke bawah.
Paru-parunya belum sempurna.
·
38 Minggu
Kepalanya sudah berada pada rongga panggul, seolah-olah
mempersiapkan diri bagi kelahirannya kedunia. Ia kerap berlatih bernapas,
menghisap dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya mulai
menghilang. Ususnya terisi mekonium (tinja pada bayi baru lahir) yang biasanya
akan dikeluarkan dua hari setelah lahir. Sat ini persalinan sudah amat dekat
dan bisa terjaid kapan saja.
2.3.2. Perubahan Terhadap Maternal
Suatu kehamilan
normal biasanya berlangsung 280 hari, selama ini terjadi perubahan yang
menakjubkan baik pada ibu maupun janin. Janin berkembang dari 2 sel ke satu bentuk
yang akan mampu hidup di luar uterus.
Adapun perubahan yang terjaid ada 3 bagian,
yaitu :
a. Trimester
pertama minggu ke 1-14/ bulan 1-3
Ibu terlambat menstruasi, payudara menbjadi nyeri dan
membesar, kelelahan, dan ibu akan mengalami dua gejala terakhir selama 3 bulan
berikutnya yaitu morning sickness atau mual muntah yang biasanya dimulai
sekitar 8 minggu dan mungkin berkhir sampai 12 minggu.
b. Trimester kedua minggu 16-24/ bulan 4-6
Fundus berada ditengah antara simpisis dan pusat, sekris
vagina meningkat tetapi tetap normal juka tidak gatal, iritasi dan berbau,
bulan ke 5 TFU 3 jari dibawah pusat, payudara melai sekresi kolostrum,
kantungketuban menampung 400 ml cairan. Bulan ke 6 fundus sudah diatas pusat,
sakit punggung dan kram pada kaki mungkin melai terjadi, mengalami gatal-gatal
pada abdomen karrena uterus dan kulit merenggang.
c. Trimester keiga minngu ke 28-36/ bulan 7-9
Fundus berada di pertengahan antara pusat dan PX,
hemoroid mungkin terjadi, pernapasan dada berganti menjadi npenapasan perut,
mungkin ibu lelah menjalani kehamilannya dan ingin sekali menjadi ibu, ibu juga
sulit tidur. Bulan kesembilan, penurunan kepala ke panggul ibu/kepala masuk
PAP, sakit punggung dan sering kencing, barxton Hik meningkat karna serviks dan
segmen bawah rahim disiapkan.
2.4. Perubahan Psikologis Pada ibu hamil
1. Trimester Pertama
Segera setelah, konsepsi kadar hormon progesteron dan
ertrogrn dalam tubuh akan meningkat dan ini menyebabkan timbulkan mual muntah
pada pagi hari, lemah, lelah dan besarnya payudara, bu merasa tiak sehat dan
sering kali membenci kehamilannya, pada trimester pertama seorang ibu akan
selau mencari tanda-tanda untuk lebh meyakinkan bahwa dirinya memang hamil.
2. Trimester Kedua
Pada trimester kedua biasanya adalah saat ibu merasa
sehat, ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinng dan rasa tidak
nyaman karena hamil sudah berkurang, perut ibu belum teralu besar sehingga
belum dirasakan sebagai beban, ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat
merasakan gerakan bayinya, dan ibu mulai merasakan kehadiran bayinya, banyak
ibu terlepas dari rasa kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang
dirasakannya pada trimester pertama.
3. Trimester ketiga
Trimester ketiga sering kali disebut periode menggu atau waspada
sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Gerakan
bayi dan membesarnya perut merupakan 2 hal yang mengingatkan ibu akan bayinya.
Kadang-kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu-waktu, ini
menyebabkan ibu meninggkatkankewaspadaan akan timbulnya tanda dan gejala akan
terjadi persalinan, ibu sering kali mersa khawatir atau kalau bayi yang akan
dilahirkannya tidak normal.
2.5. tanda bahaya kehamilan
1. Pendarahan pada hamil muda maupun
pada hamil tua
Pendarahan pada hamil muda yaitu
pendarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu. Pada masa
kehamilan muda, perdarahan pervaginam yang berhubungan dengan kehamilan, dapat
berupa Abortus, Kehamilan muda, dan Kehamilan Ektopik.
Pendarahan pada hamil tua yaitu
pendarahan yang terjadi pada usia kehamilan setelah 22 minggu sampai sebelum
bayi lahir. Perdarahan setelah usia
kehamilan 22 minggu
biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya. Perdarahan yang berbahaya umumnya
bersumber pada kelainan plasenta. Dua kondisi yang mengancam jiwa jika
perdarahan pervaginam pada kehamilan lanjut, yaitu plasenta previa dan solutio
plasenta.
Adapun kelainan lain adalah
perdarahan yang bersumber dari kelainan serviks dan vagina. kelainan - kelainan
yang mungkin tampak ialah erosi persionis uteri, polip cerviks uteri, varises
vulva dan trauma.
2.
Sakit
Kepala yang hebat
Nyeri
kepala pada masa hamil dapat merupakan gejala pre - eklapsia, suatu penyakit
yang terjadi hanya pada wanita hamil, dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan
kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian. Sakit kepala yang
menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala hebat dan sakit
kepala yang menetap dan tidak hilang dengan istirahat. Sakit kepala yang hebat
disebabkan karena terjadi edema pada otak dan meningkatnya resistensi otak yang
mempengaruhi sistem syaraf pusat yang dapat menimbulkan kelainan serebal (
nyeri kepala, kejang) dan gangguan penglihatan.
3.
Penglihatan Kabur
Penglihatan
kabur dapat menjadi tanda pre-eklampsi, Masalah visual yang mengidentifikasi
keadaan yang mengancam jiwa misalnya perubahan visual mendadak, yaitu
penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik - bintik (spot) berkunang -
kunang.
4. Bengkak pada wajah, kaki dan
tangan
Hal
tersebut diatas biasa disebut Edema yaitu penimbunan cairan secara umum dan
berlebihan dalam jaringan tubuh, dan biasanya dapat diketahui dari kenaikan
berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka. Edema pretibial yang
ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa
berarti untuk penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampir separuh dari ibu - ibu
akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya hilang setelah
beristirahat atau meninggikan kaki. Edema yang mengkwatirkan ialah edema yang
muncul mendadak dan cenderung meluas.
Edema bisa
menunjukkan adanya masalah serius jika diikuti dengan tanda - tanda sbg
berikut: jika muncul pada muka dan tangan, bengkak tidak hilang setelah
istirahat, bengkak disertai dengan keluhan fisik lainya seperti: sakit kepala
yang hebat, pandangan mata kabur dll.
5. Gerakan
Janin Berkurang
Gerakan
janin pertama
yang dapat dirasakan ibu terjadi pada usia kehamilan 18-20 minggu. Pada wanita
yang baru pertama kali hamil dan antara minggu ke 16-18 pada wanita yang
mengandung bayi berikutnya.
Salah satu
pedoman yang dapat diterima untuk menghitung gerakan janin ialah 10 gerakan
dalam periode 12 jam, artinya jika bayi bergerak kurang dari 10 kali dalam 12
jam ini menunjukkan adanya sesuatu hal yang patologis pada bayi tersebut, dan
wanita hamil harus memberi tahu tenaga kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut.
6. Nyeri
perut yang hebat
Seorang
wanita hamil keluhan nyeri perut dapat merupakan gejala penyakit atau
komplikasi yang fatal. keadaan ini dapat terjadi pada kehamilan muda yaitu pada
usia kehamilan kurang 22 minggu ataupun pada kehamilan lanjut yaitu usia
kehamilan lebih 22 minggu. Selama masa hamil nyeri perut hebat dapat
menunjukkan kehamilan ektopik, preeklampsi, persalinan premature, solution
plasenta, abortus, ruptura uteri imminens
2.6. Nasihat-nasihat
Untuk Ibu Hamil
Diet dan Pengawasan Berat Badan
Wanita hamil dan menyusui harus betul-betul mendapat
perhatian susunan dietnya, terutama mengenai jumlah kalori, ptotein yang
berguna untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu. Kekurangan nutrisi dapat
menyebabkan anemia, abortus, perdarahan pasca persalinan dan sebagainya.
Sedangkan makanan berlebihan karna dianggap untuk 2 orang (ibu dan janin),
dapat mengakibatkan komplikasi-komplikasi seperti gemuk, pre-eklamsi, janin
besar dan sebagainya. Anjurkan wanita tersebut makan seccukupnya saja. Bahan
makanan tak perlu mahal, akan tetapi cupup mengandung protein baik hewani
maupun nabati. Seperti diketahui, kebutuhan akan gizi selama kehaminan
meningkat. Adapun kebutuhan ini dipergunakan untuk pertumbuhan plasenta,
perumbuhan voluma darah, mamae membesar dan metabolisme basal yang meningkat.
Sebagi pengawasan akan keculupan gizi ini dapat dipai kenaikan berat badan
wanita himil tersebut. Kenaiksn berat badan wanita hamil rata-rata 6.5 kg
sampai b16 kg.
Merokok
Merokok adalah kebiasaan yang dilarang keras, baik pada
saat hamil maupun tidak hamil dan baik merokok secara katif maupun pasif.
Adalah kenyataan bahwa wanita-wanita yang terlalu banyak merokok melahirkan anak
yang lebih kecil, atau mudah mengalami abortus dan partus prematurus. Maka dari
itu, sbeiknya wanita hamil dilarang merokok.
Obat-obatan
Jangan memberikan obat yang tidak perku benar, terutama
pada trimesdter pertama dan kedua kehamilan. Ada obat yang teratogenik sehingga
dapat meenimbulkan kelainan teratogenig pada janin, misalnya thalidomid, yang
sekarang telah dicabut dalam peredaran.
Kebersihan dan Pakaian
Kebersihan harus selalu dijaga pada masa kehamilan.
Mandi diperlukan untuk kebersihan atau
hygiene terutama perawwatan kulit, karena fungsi ekskresi dan keringat
bertambah. Dianjurkan menggunakan sabun yang lembut/ringan. Mandi berendam
tidak dianjurkan. Baju hendaknya yang longgar dan mudah dipakai. Sepatu atau
alas kaki lain dengan tumit tinggi hendaknya jangan dipakai, oleh karena itu
tempat titik berat wanita hamil berubah, sehingga mudah tergelincir dan terjatuh.
Koitus
Bila dalam anamnesa ada abortus sebelum kehamilan yang
sekarang, sebaiknya koitus ditunda sampai kehamilan 16 minggu. Pada waktu itu
plasenta sudah terbentuk, serta kemungkinan abortus menjadi lebih kecil. Pada
umumnya koitus memang diperbolehkan pada kehamilan jika dilakukan dengan
hati-hati. Pada akhir kehamilan, jika kepala sudah masuk PAP, koitus sebaiknya
dihentikan karena dapat menimbulkan perasaan sakit dan perdarahan.
Perawatan Gigi
Pada trimester pertama wanita hamil mengalami enek dan
muntah (morning sickness). Keadaan
ini menyebabkan perawwatan gigi tidak diperhatikan dengan baik, sehingga tumbuh
karies, ginggivitis, dan sebagainya. Bila kerusakan gigi ini tidak diperhatikan
dengan baik, hal itu dapat mengakibatkan komplikasi, seperti nefritis oleh
karena rongga mulut. Misalnya, pulpitis, yang telah menahun, dapat menjadi
sarang infeksi yang dapat menyebar kemana-mana. Maka dari itu bila keadaan
memungkinkan, tiap hamil harus memeriksakan gignya secara teratur sewaktu
hamil.
Imunisasi
Tiap wanita hamil yang akan berpergian keluar negri dan
di dalam negri dibolehkan mengambil bvaksinasi ulangan terhadap cacar, colera
dan tifus. Dahulu di indonesia pencacaran merupakan suatu keharusan, maka untuk
wanita hamil opencacaran merupakan pencacaran ulang yang tidak membahayakan.
Tapi bila ada wabah, maka pencacaran
walaupun untuk pertama kali tetap dilkukan untuk melindungi ibu dan
janin. Virus vaksin dapat melewati plasenta dan dapat menyebabkan
kerusakan-kerusakan pada macam-macam alat dan plasenta. Biasanya infeksi
transplasenta hanya terjadi pada wanita hamil yang baru pertama kali dicacar.
Maka dari itu dianjurkan untuk pencacaran pertama sebaiknya dilakukan sebelum
tua kehamilan melewati 20 minggu. Untuk melindungi janin yang akan dilahirkan
terhadap tetanus neonatorium dewas ini dianjurkan untuk diberikan toxoid
tetanus pada ibu hamil.
Perawatan Payudara
Perawatan payudara merupakan sumber air susu yang akan
menjadi makanan utama bagi bayi, karena itu, jauh sebelumnya harus sudah
dirawat. Kutang yang dipakai harus sesuai dengan besarnya payudara, yang
sifatnya harus menyokong payudara dari bawah, bukan menekan dari depan. Dua
bulan sekali dilakukan massage, kolostrum dikeluarkan untuk mencegah putingg
susu kering dan mudah pecah, maka putting susu dab aerola payudara dirawat
baik-baik dengan cara dibersihkan menggunakan air sabun atau biocream bila
putingg sus masuk kedalam perbaiki dengan cara menarik-narik keluar.
Posisi Meneran
Seorang bidan hendaknya membiarkan ibu bersalin atau
melahitkan memilih posisi melahirkan yang diinginkan dan bukan berdasarkan
keinginkan bidanya sendiri. Dengan kebebasan untuk menentukan posisi yang
dipilihnya, ibu akan merasa aman.
Berdasarkan penelitian pilihan posisi berdasarkan
keinginan ibu :
· Memberi banyak
manfaat
· Sedikit rasa
sakit dan ketidaknyamanan
· Kala II persalinan
dapat menjadi lebih sedikit
· Lebih membantu
dalam meneran
· Nilai APGAR
lebih baik.
Posisi untuk
meneran :
·
Posisi berjongkok, berlutut, merangkak
·
Posisi jongkok/ setengah jongkok
·
Posisi merangkak
·
Posisi mereng ke samping
·
Posisi berdiri
Cara Mengedan
Mengedan baru boleh dilakukan setelah pembukaan lengkap,
yaitu mulut rahim sudah membuka kira-kira 10 cm. Jika para calon ibu mengedan
sebelum pembukaan lengkap, bisa-bisa mulut rahim pembengkakan dan bisa
menghambat proses pembukaan dan berujung pada lamanya proses persalinan. Juga
agar ibu tidak tidak kehabisan tenaga karena tidak kelelahan pada waktu tiba
sebenarnya untuk waktu para ibu harus menarik nafas panjang untuk menghindari
rasa ingin mengedan dan mengurangi rasa nyeri kontraksi.
2.7. Pemeriksaan
Kehamilan (ANC)
ANC adalah pemeriksaan / pengawasan
antenatal adalah periksaan kehamilan untuk
mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga, mampu menghadapi
persalinan, nifas, persiapkan pemberian ASI, dan kehamilan kesehatan reproduksi
secara wajar.
Tujuan
utama ANC adalah menurunkan/ mencegahan kesakitan dan kematian maternal dan
perinatal.
Sedang tujuan Khusus ANC adalah:
1. Memantau
kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tubuh kembang bayi
2. Meningkatkan
dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental dan sosial ibu
3. Mengenal secara
dini adanya, ketidak normalan, komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil
termasuk riwayat penyakit secara, umum, kebidanan, dan pembedahan.
4. Mempersiapkan
kehamilan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu dan bayinya dengan trauma
semenimal mungkin
5. Mempersiapkan
ibu agar semasa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
6. Mempersiapkan
peran ibu dan keluarga dalam menerima, kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang
secara optimal.
a. Kunjungan ANC
sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan yaitu :
i. Satu kali pada
trimester 1
ii. Satu kali pada
trimester II
iii. Dua kali pada
trimester III
1.
Pemeriksaan pertama, dilakukan segera
setelah ketahui terlambat haid, Kunjungan ANC yang saint adalah:
- setiap bulan
sampai kehamilan 28 munggu
- setiap 2 minggu
sampai umur kehamilan 32 minggu
- setiap 1 minggu
sejak kehamiilan 32 minggu sampai terjadi kehamilan.
- pemeriksaan
khusus jika ada keluhan tertentu
2.
Pelayanan Asuhan Standar Minimal “7T”
3.
Timbang berat badan
b.
Tekanan darah
c.
Tinggu fundus uteri (TFU)
d.
TT lengkap imunisasi
e.
Tablet Fe minimal 90 paper selama
kehamilan
f.
Tengok / periksa ibu hamil dari ujung
rambut sampai ujung kaki
7. Tanya (temu wicara) dalam rangka persiapan rujukan
2.7.1 Standar Pelayanan Ante Natal Care
(ANC)
Standar 1 : Metode Asuahan,
Asuahan kebidanan dilakukan dengan metode
manajamen, kebidanan dengan langkah : Pengumpulan data dan analisis data,
penentuan diagnosa perencananevaluasi dan dokumentasi.
Standar 2: Pengkajian
Pengumpulan
data tentang status kesehatan klien di lakukan sacara sistematis
berkisinambungan. Data yang dioeroleh dicatat dan dianalisis.
Standar 3 : Identifikasi ibu hamil
Bidan
memlakukan kunjungan rumah dan berintraksi dengan masyarakat secara berkala
untuk memberikan penyuluhan dan memotipasi ibu , suami dan anggota keluarganya
agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan teratur.
Standar 4 : Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal
Bidan memeberi sedikitnya 4x pelayanan
antenatal. Pemeriksaan meliputi anamnesis dan pemantauan ibu dan janin dengan
seksama untuk menilai apakah pembengkakan berlangsung normal. Bidan juga harus
mengenal kehamilan risti/ kelainan, khususnya anemia, kurang gizi, hipertensi,
PMS, (Penyakit Menular Seksual) / infeksi HIV (Human Imumuno Deficiency Virus)
; memberikan pelayanan imunisasi , nasehat dan penyuluhan kesehatan serta tugas
terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas, mereka harus mencatat data yang
tepat pada setiap kunjungan. Bila ditemukan kelainan, mereka harus mampu
megambil tindakan yang diperlikan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya.
Standar 5 : Palpasi Abdomenal
Bidan melakukan pemeriksaan abdomenal secara
seksama dan melakukan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk
pemeriksaan usia kehamilan; serta bila umur kehamilan bertambah memeriksa
posisi, bagian terendah janin kedalam rongga panggul, untuk mencari kelainan,
serta melakukan rujukan tetap waktu.
Standar 6 : Pengelolaan Anemia pada Kehamilan
Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan,
penanganan dan / atau rujukan semua khasus anemia pada kehamilan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Standar 7 : Pengelolaan Dini Hipertensi pada
Kehamilan
Bidana menemukan secara dini setiap kenaikan
tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda serta gejala preeklamsi
lainnya, serta mengambil tindakan yang
tepat dan merujuknya.
Standar 8 : Pemeriksaan
Persalinan
Bidan memberipat kepadakan saran yang tepat
pada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester ke tiga, untuk
memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman suasana yang menyengkan akan direncanakan
dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk, bila
tiba-tiba terjadi keadaan gawat darurat, Bidan hendaknya melakukan kunjungan
rumah untuk hal ini.
2.7.2 Penatalaksanaa Ante Natal Care (ANC)
Timbang berat badan
Ukuran berat badan kg tanpa sepatu dan
memakai yang seringan-ringannya. Berat badan kurang dari 45 kg pada trimester
III dinyatakan ibu kurus kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir
rendah. Ukur tekanan darah.
Ukur (Tinggi) Fundus Uteri
Pemeriksaan abdominal secara seksama dan
melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan; serta bila umur kehamilan
bertambah, memeriksa posisi, bagian terendah janin dan masuknya kepala janin
kedalam rongga panggul, untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat
waktu.
Pemberian imunisasi TT lengkap
Untuk mencegah tetanus neonatorum,
2.7.3 Kunjungan Antenatal Care
Kunjungan antenatal sebauknya di lakukan 4 kali selama kehamilan
(Saifuddin,2006) yaitu:
1. Satu kali trimester
pertama ( usia kehamilan 0 – 13 minggu )
2. Satu kali trimester kedua ( usia kehamilan 14 – 27 minggu )
3. Dua kali trimester ke
tiga ( usia kehamilan 28 – 40 minggu )
2.7.4 Kriteria Keteraturan ANC
a. Pemeriksaan kehamilan dilakukan
berulang-ulang dengan ketentuan sebagai berikut:
·
Pemeriksaan pertama kali yng ideal
sedini mungkin ketika haid nya terlambat satu bulan
·
Periksa ulang 1 x sebelum sampai
kehamilan 7 bulan
·
Periksa ulang 2 x sebulan sampai
kehamilan 9 bulan
·
Pemeriksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan
9 bulan
·
Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan
b.
Berdasarkan keterangan di atas dapat di
simpulkan bahwa, ibu hamil secara ideal melaksanakan perawatan kehamilan
maksimal 13-15 kali. Dan minimal 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester 1, 1 kali
pada trimester II dan dua kali pada trimester III, Namun jika terdapatt
kelainana dalam kehamilannya, maka frekuensi pemeriksaan di sesuaikan menurut
kebutuhan masing-masing sehingga dapat di simpulkan bahwa dikatakan teratur
juka ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan >4 kali kunjungan, kurang
teratur : pemeriksaan kehamilan 2-3 kali kunjungan dan tidak teratur jika ibu
hamil hanya melakukan pemeriksaan kehamilan < 2 kali kinjungan.
2.7.5.
factor – factor yang mempengaaruhi pemeriksaan kehamilan
1. Pengetahuan
Merupakan
hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu
objek tertentu. ( notoadmodjho, 2007 )
Penngindraan
terjadi melalui panca indra manusia, yakni : indra pengelihatan, pendengaran,
penciuman, rasa, dan rada. Sebagian beser pengetahuan manusia dipengetahui
melalui mata dan tenglia. ( notoadmodjho, 2007 )
2. Paritas
Faktor
lain yang mempengaruhi pemeriksaan kehamilan adalah paritas. Paritas adalah
keadaan kelahiran ( partus ) atau jumlah anak yang dilahirkan baik lahir hidup,
lahir mati, maupun abortus sampai saat hamil terakhir.( oxoran, 2010 )
3. Umur
Merupakan
usia individu terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun. (
mariam 2012 )
Usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20 -30 tahun
kematian meternal pada wanita hamil dan melahirkan pada usia dibawah 20 tahun
ternyata 2 – 5 kali, lebih tinggi dari pada kematian maternal meningkat kembali
sesudah usia 30 – 35 tahu. ( sarwono 2008 ).
4. Pendidikan
Secara
umum adalah suatu upaya yang direncanakan untuk mengetahui orang lain dari
individu, kelompok atau masyarakat sehingga mereka melakukan yang di harapkan
pelaku pendidikan. ( notoadmodjho 2010 )
5. Pekerjaan
Adalah
kegiatan rutin yang dilakukan dalam pertukaran untuk memperoleh pembayaran /
upah / gaji ( notoadmodjho 2010 ).
6. Social ekonomi
Setatus
ekonomi adalah kedudukan seseorang atau keluarga dimasyarakat berdasarkan
pendapatan perbulan.tingkat social ekonomi terbukti saangat berpengaruh
terhadap kondisi kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil. ( notoadmodjho 2010
).
2.7.6. Dampak Ibu Hamil Tidak ANC
1. Tidak
terdeteksinya kelainan-kelainan kehamilan
2. Meningkatkan
angka mortalitas dan mortabilitas ibu
3. kelaianan fisik
yang terjadi pada saat persalaman tidak dapat dideteksi
secara dini.
BAB
III
TINJAUAN
KASUS
Pengkajian dilakukan oleh mahasisiwi D3 kebidanan BudiI Mulia Palembang pada tanggal 03 agustus 2015.
Tanggal Pengkajian : 03-08-2015
Waktu Pengkajian : 05:45
WIB
No. Rekam Medik : 11-90-64
A.
DATA
SUBJEKTIF
I. Identitas
Nama
Pasien :Ny. H Nama Suami : Tn.
M
Umur : 23 tahun
Umur : 24
tahun
Suku/Bangsa
: Indonesia
Suku/Bangsa : Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Pekerjaan : wiraswasta
Alamat : jl.super semar lr. Sekar
Rt. 10 rw 11 km. 05
II. Keluhan Utama
Ibu datang ke klinik
budi mulia medika mengaku hamil 7 bulan anak pertama, ibu mengaku sering buang
air kecel dan sedikit pusing.
III. Data
Kebidanan
a. Riwayat
Perkawinan
Status Perkawinan :
Kawin : Ya
Berapa kali :
1x, Lamanya : 7 tahun
Usia pertama kawin : 21 Tahun
b.
Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas
yang lalu
No
|
Tgl.
Partus
|
Tempat
Partus
|
Umur
Kehamilan
|
Jenis
Persalinan
|
Penolong
|
Penyulit
|
Jenis
Kelamin
|
berat Anak
|
Kket
|
1
|
Ini
|
c. Riwayat
Kehamilan Sekarang
-
GPA :
G1P0A0
-
HPHT :
03-01-2015
-
TP :
10-10-2015
-
ANC : 6x kali,
di: Bidan
-
Usia Kehamilan : 40 Minggu
-
Imunisasi TT : 2x kali, di: Bidan
-
Keluhan Umum : sering BAk dan pusing
d.
Riwayat KB
Pernah
mendengar tentang KB :
Pernah
Pernah
menjadi akseptor KB :
Pernah
Alat
kontrasepsi yang pernah dipakai :
KB suntik 3 bulan
Alasan berhenti menjadi akseptor : Ingin mempunyai anak lagi
III.
Riwayat
Kesehatan
a. Riwayat
Kesehatan Keluarga
-
Keturunan Kembar : Tidak ada
-
Penyakit Menular / Keturunan : Tidak ada
-
Lain-lain, jelaskan : -
b. Riwayat
Kesehatan yang lalu
- Penyakit
Menular / Keturunan : Tidak ada
IV.
Riwayat
Kebiasaan Sehari-hari
1. Nutrisi
-
Makan :
3 x sehari
-
Porsi / Jumlah : Sedang/ 1 piring nasi,lauk,sayur
-
Minum
: ± 8 Gelas/ hari
-
Keluhan :
Tidak ada
-
Pantangan : Tidak ada
2. Eliminasi
a. BAK
-
Frekuensi :+10
x sehari
-
Sifat / bau : tidak berbau
-
Warna :
Kuning jernih
b. BAB
-
Frekuensi : ± 1 x sehari
-
Sifat :
Padat
-
Jumlah :
Normal
-
Warna :
Kuning Kecoklatan
3. Aktivitas
a. Istirahat
-
Tidur Siang : ± 1jam sehari
-
Tidur Malam : ±7 jam sehari
b. Olahraga
yang sering dilakukan : Jalan pagi
4. Seksualitas
: + 2 x seminggu
5. Personal
hygiene
- Mandi
: 2 x sehari
- Sikat
Gigi : 2 x sehari
- Ganti
Pakaian Dalam : Sehabis mandi dan bila lembab
V.
Data
Psikososial Spiritual
1. Komunikasi
: Lancar
2. Keadaan
Emosional : Baik
3. Hubungan
dengan keluarga : Baik
4. Hubungan
dengan orang lain : Baik
5. Proses
berfikir : Terarah
6. Ibadah
/ Spiritual : Taat
7. Respon
ibu dan keluarga terhadap kehamilan :
Senang
8. Pengambilan
keputusan dalam keluarga :
Suami
9. Beban
kerja kegiatan sehari-hari :
IRT
10. Tempat
dan petugas yang diinginkan untuk bersalin :RS
& Bidan
B. DATA OBJEKTIF
a. Pemeriksaan
Fisik
1.
Keadaan Umum : cemas
2.
Kesadaran : Composmentis
3.
Tanda Vital
Tekanan
Darah : 120/80 mmHg
Nadi
: 80 x/mnt
Temperatur
: 36,5 0 C
Pernafasan : 24 x/mnt
4.
Status Gizi
- Berat
badan sebelum hamil : 50 Kg
- Berat
badan saat hamil : 65
Kg
- Tinggi
badan :
155 cm
- Lingkar
lengan atas : 25
cm
b. Pemeriksaan
Obstetri
1.
Inspeksi
a.
Kepala :
Simetris,
- Rambut : Tidak rontok
- Kebersihan : Tidak ada ketombe
Wajah : Tidak pucat, ,tidak
ada cloasma
-
Konjungtiva : Merah muda
-
Sklera :
Putih
-
Mulut dan Gigi : Bersih, tidak ada caries
-
Lidah :
Bersih
b.
Leher :Tidak
ada pembengkakan kelenjar tyroid,limfe dan vena juguralis
c.
Dada
- Tarikan
: Tidak ada
- Bentuk : Simetris
- Mammae : Tidak ada benjolan
- Puting
susu : Menonjol
- Areola
mammae : Hiperpigmentasi
- Colostrum : Belum keluar
- Pembesaran
mammae : Simetris
d.
Abdomen
- Pembesaran
perut : TFU 2 jari di atas
pusat ( 26 cm )
- Linea : Nigra
- Striae : -
- Bekas
luka operasi : Tidak ada
e.
Genetalia Eksterna
Labia mayora / minora : tidak ada pembengkakan Pembengkakan kelenjar bartholini : Tidak ada
Pengeluaran
vagina
-
Jenis secret : Lendir bercampur darah
-
Bau :
Amis
f.
Jumlah :
Sedikit
g.
Ekstremitas : Simetris
-Atas
Oedema :
Ada
Pergerakan :
(+) Baik
-Bawah
Oedema :
Ada
Pergerakan : (+) Baik
h.
Lain-lain ,jelaskan : Tidak ada kelainan
2. Palpasi
Leopold
I : 2 jari diatas
pusat di fundus teraba bokong bayi
Leopold II : Bagian terbesar (punggung) berada disebelah
kiri ibu dan bagian terkecil (ekstremitas) berada disebelah kanan ibu.
Leopold
III : presentasi
kepala
Leopold IV : belum masuk PAP
TBJ :
(26 – 12 )x155=2170 gram.
3.
Auskultasi
- DJJ : Positif
- Lokasi
DJJ : 3jr dibawah pusat sebelah
kanan ibu
- Frekuensi
DJJ : 146 x/m
-
Bising usus : Positif
4. Perkusi
Refleks
Patella ka / ki : +/+
C.
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
1. Permeriksaan
Lab
-
Darah : O
-
HB : 10,2 gr%
-
Urine
§ Protein : (-)
§ Glukosa : (-)
D.
ANALISA
DATA
Diagnosa : G1P0A0
hamil 28 minggu JTH Preskep
Masalah :
mengaku sering buang air kecel dan
sedikit pusing.
Kebutuhan
:-Memberi informasi hasil pemeriksaan ibu
Memberi
informasi fisiologi kehamilan
Memberi
informasi tentang nutrisi
Memberi
informasi personal higine
Memberi
informasi tanda bahaya kehamilan
Diagnosa
Potensial : tidak ada
Tindakan
segera :-
E. PLANNING
1.
Memberi
informasi tentang hasil pemeriksaan ibu, bahwa dalam keadaan baik yaitu
TD :120/80 mmHg
RR:24x/m
Nadi :80x/m
Temp: 36’5 c
-ibu sangat senang dengan hasil pemeriksaan
2. menjelaskan kepada ibu dan keluarga tentang keluhan ibu sering BAK,
akibat rahim yang sudah membesar sesuai dengan usia kehamilan yang bertambah
sehingga kandung kemih tertekan oleh rahim sehinngga ibu sering BAK, anjurkan
kepada ibu untuk miring ke kiri saat tidur, untuk mengurangi rasa ingin BAK
- ibu dan keluarga mengerti dengan penjelasan bidan
3. menganjurkan kepada ibu untuk mengonsumsi makanan yang bergizi yang
mengandung karbohidrat, proteil, kalsium,seperti nasi, sayur-sayur hijau, lauk
pauk, dan lain lain, untuk proses pembentukan ASI agar lebih lancar dan
perkembangan bayi yang sempurna.
4. menganjurkan kepada ibu untuk menjaga kebersihan genetalia, dengan
menganti pakaian dalam jika terasa lembab atau basah, agar tidak infeksi dengan
keputihan dan gatal-gatal.
- ibu mengerti dengan penjelasan
bidan
5. menjelaskan kepada ibu dan
keluarga tentang tanda bahaya kehamilan
- Pendarahan pada hamil muda maupun pada hamil tua
- Sakit Kepala yang hebat
- Penglihatan Kabur
- Bengkak pada wajah, kaki dan tangan
- Gerakan Janin Berkurang
- Nyeri perut yang hebat
-
Ibu
dan keluarga mengerti dengan penjelasan bidan
-
BAB IV
PEMBAHASAN
Setelah melakukan pengkajian pada Ny “H”
hamil aterm dengan preeklamsi ringan. menurut informasi yang kami dapat dari
pasien bahwa Ny “ H” G3P2A0 hamil 40 minggu pada tanggal 03 agustus 2015 pukul
05.00 WIB didapatkan hasil data subjektif bahwa Ny “ H” umur 23 tahun,
pekerjaan ibu rumah tangga,pendidikan SMA, Agama Islam dan beralamat di Sungsang.Dari data objektif
didapatkan hasil pemeriksaan umum yaitu kesadaran composmetis, Ku ibu : Baik,
TD : 120/80 mmHg N : 80 x/m, RR: 24x/m,Suhu: 36,5oc,
Sedangkan dari hasil
pemeriksaan sistematis muka normal, mata conjungtiva tidak pucat, skelera tidak
kuning, palpebra tidak cekung. Hasil pemeriksaan mamae membesar, tidak ada
tumor, simetris kanan dan kiri, aerola hyperpigmentasi, puting susu menonjol,
kolostrum belum keluar, axilla tidak ada tumor dan nyeri tekan, ekstremitas
tungkai simetris kanan dan kiri, tidak ada varices, oedema negatif kanan dan
kiri dan refleks pattela positif kanan dan kiri. Pemeriksaan khusus obstetric
didapatkan inspeksi abdomen membesar dengan arah memanjang dan tidak ada pelebaran
vena, striae tidak ada, linea nigra.
Pada pemeriksaan palpasi
didapatkan Leopold 1: TFU 2 jari diatas pusat
( 26 cm) Leopold II : didapatkan
Bagian kiri perut ibu teraba keras, memanjang, datar (punggung) dan bagian
kanan ibu teraba bagian-bagian kecil janin,
Leopold III: Bagian bawah uterus teraba
bulat, keras dan melenting (kepala), Leopold IV : Bagian terbawah janin belum masuk PAP. Pada pemeriksaan Auskultrasi Djj
(+) Frekuensi 145x/menit,sifat teratur, lokasi di bawah pusat sebelah kiri perut
ibu.pada pemeriksaan ano genital tidak dilakukan,
pemeriksaan laboratorium Hb dan urin reduksi tidak dilakukan, protein urin (-).
Berdasarkan hasil pengkajian
dan hasil pemeriksaan didapatkan diagnosa yaitu ibu G1P0A0 hamil 28 minggu, Janin tunggal hidup intra uterin presentasi
kepala. Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama, dan tidak
pernah keguguran, HPHT 03-01-2015, TD 120/80 mmHg dan hasil pemeriksaan protein
urin (-), DJJ terdengar jelas disatu titik frekuensi 146x/menit, leopold III
teraba bulat, keras, melenting (kepala). Masalah sering BAK dan merasa pusing,
masalah tidak ada tindakan segera tidak ada.
BAB V
PENUTUP
5.1.Kesimpulan
Untuk membantu
seorang ibu melalui kehamilan dan persalinan yang sehat, bidan harus :
1. Membantu ibu dan
keluarganya untuk memopersiapkan kelahiran dan kegawatdaruratan yang mungkin
terjadi.
2. Mendeteksi dan
mengobati komplikasi – komplikasi yang timbul selama kehamilan, baik yang
bersipat medis, bedah atau obstetric.
3. Memeliharah
peningkatan fisik, mental dan social ibu serta bayi dengan memberikan
pendidikan dan suplemen imunisasi.
4. Membantu
mempersiapkan ibu menyesuaikan melalui masa nifas yang normal, serta menjaga
kesehatan anak secara fisik, psikologi dan social.
5.2.
Saran
5.2.1. Bagi
Pendidikan
Diharapkan makalah ini dapat menjadi sumber
pembelajaran bagi mahasiswa Jurusan Kebidanan Budi Mulia Palembang dalam
melaksanakan asuhan kebidana pada ibu hamil sesuai teori maupun praktik.
5.2.2. Bagi
mahasiswa
1.
Diharapkan
mahasiswa mampu dalam melakukan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil sesuai teori
dan metode yang telah ditentukan.
2.
Diharapkan
mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan keterampilan dalam melaksanakan Asuhan
Kebidanan pada ibu hamil terhadap
pasien.
5.2.3. Bagi
Klinik Bdi Mulia Medika
Diharapkan agar
kualitas pelayanan di Klinik Budi Mulia
Medika dapat di pertahankan dan lebih meningkatkan mutu pelayanan dalam memberikan asuhan kebidanan
pada ibu hamil
.
5.2.4.
Bagi
Pasien
Ibu diharapkan
dapat merawat dirinya sendiri khusus nya tentang kebersihan payudara,
mengharapkan agar ibu untuk dapat
melakukan kunjungan ulang 1 bulan yang akan datang.
DAFTAR
PUSTAKA
Benson.C, Ralph.2008.Obstetri dan
Ginekologi.Jakarta:EGC
JNPK-KR.2008.Pelatihan Klinis
Asuhan kehamilan Normal.
Manuaba, 2009.Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Edisi 2.
Jakarta: EGC
Prawirohardjo,
Sarwono. 2010. Ilmu
Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.
Profil Kesehatan Kota Palembang
Tahun 2010
Asrina
dkk. 2010 asuhan kebidanan masa kehamilan. Yogyakarta:graha ilmu
Dewi
dkk. 2012 asuhan kehamilan untuk kebidanan. Jakarta: salemba medika
Hani,umi
dkk.2010. asuhan kebidanan pada kehamilan fisiologi. Jakarta: salemba medika
Arsita.
2012.faktor-faktor yang mempengaruhi
risiko tinggi kehamilan dengan kepatuhan kunjungan kehamilan di puskesmas
cepogo kabupaten boyolali tahun 2012. KTI fakultas ilmu kesehatan masyarakat
universitas muhammadiyah Surakarta. http://etd.eprints.ums.ac.id, diakses tanggal 08 agustus 2015
Depkes
RI. 2009. Profil kesehatan Indonesia
tahun 2009, http://www.depkes.go.id,diakses tanggal 08 agustus 2015
Depdiknas.
2007.definisi pendidikan http://respository.usu.ac.id/bitsteam diakses tanggal 08 agustus 2015
Irnawati.
2011. Janin dan kandungan. www. Fik.
Unissula.ac.id, diakses tanggal 08 agustus 2015
Notoadmodjo.2007.promosi kesehatan dan seni. Jakarta:
rineka cipta
Sarwono,
prawirihardjo.2012. ilmu kebidanan.
Jakarta : PT Bina pustaka
Putrid,anike
mardani. 2012. 7T, 10T, 14T dalam
pemeriksaan kehamilan http://www.anikeputrimardani.blogspot.com,diakses tanggal 08 agustus 2015
semoga bermanfaat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar